Advertorial

Sempat Mencuri Perhatian Publik, Ternyata Ini Minyak Angin Andalan Susi Pudjiastuti

Kompas.com - 15/03/2021, 10:32 WIB

KOMPAS.com – Susi Pudjiastuti kembali mencuri perhatian publik. Kali ini lewat video yang ia unggah pada akun Twitter miliknya @susipudjiastuti, Kamis (4/3/2021).

Dalam unggahan tersebut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Kabinet Kerja 2014-2019 itu terlihat hendak berpamitan kepada dua cucunya yang tengah asyik bermain, yaitu Marela dan Malika.

“Marela sibuk main, Malika sibuk makan. Saya tinggal ke pantai sambil nyoba naik trail saja,” tulis Susi dalam caption video yang diunggahnya.

Namun, bukan momen itu yang menjadi perhatian warganet, melainkan saat Susi tampak mengoleskan sesuatu pada permukaan luar masker yang ia gunakan.

“Gue jadi salfok (salah fokus) itu Bu Susi @susipudjiastuti lagi make apaan dah? Enak banget kayaknya kalau dicoba,” kata akun Twitter @tariekap dalam kolom Reply pada unggahan video Susi.

Rasa penasaran juga diungkapkan oleh Bohate, pemilik akun Twitter @mbakraara.

“Apa aja yang dipake sama Bu susi @susipudjiastuti keren yaa, plis kasih tau itu dia oles apaa?” tulisnya.

Hal senada turut disampaikan oleh Dwik. Bahkan, ia tak segan meminta Susi untuk melakukan klarifikasi tentang benda yang dioleskan.

“Ditunggu klarifikasinya bu Susi @susipudjiastuti, sudah membuat heboh kita-kita karena pada bertanya itu yang ibu olesin ke masker ibu apa soalnya bentuknya imut banget wkwk,” tulis Dwik lewat akun Twitter miliknya @ahdwik__.

Menjawab penasaran warganet

Guna menjawab rasa penasaran warganet, Susi lantas mengungkapkan bahwa benda yang dioleskan pada masker yang sempat ia gunakan adalah Plossa Mini.

“Saya ini kan selalu pakai masker yang non-disposable untuk membantu mengurangi sampah. Namun, efek penggunaan masker tersebut dalam waktu lama kadang-kadang menimbulkan bau apek. Nah, Plossa Mini sangat membantu karena aromanya segar, seperti pakai inhaler. Saya senang Plossa Mini karena pemakaiannya simpel,” ungkap Susi dalam acara Susi Cek Ombak, Rabu, (10/3/2021).

Produk Plossa Mini (Dok. Enesis) Produk Plossa Mini (Dok. Enesis)

Plossa Mini adalah produk minyak angin dengan wangi aromaterapi yang dapat membantu meredakan pegal, sakit kepala, gejala masuk angin, kembung, dan mual.

Mengusung konsep “3in1”, minyak angin berbahan utama eucalyptus tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan pijat, kerokan, atau sekadar dioles (roll on).

Selain itu, Plossa Mini juga dapat berfungsi untuk menyegarkan saluran pernafasan, terutama saat menggunakan masker. Caranya, oleskan Plossa Mini pada bagian luar masker di sekitar area hidung.

Sebagai informasi, eucalyptus memiliki zat aktif eucalyptol yang berperan sebagai antimikroba terhadap bakteri, virus, ataupun jamur penyebab penyakit. Karenanya, penggunaan berulang Plossa Mini pada masker setiap 15 menit juga diperlukan.

Untuk kebutuhan pijat, kamu cukup oleskan Plossa Mini pada titik-titik yang mengalami nyeri. Kemudian, lakukan pijatan secara berulang sebanyak dua hingga tiga kali sehari.

Sementara itu, untuk keperluan kerokan, kamu bisa memanfaatkan alat kerokan yang terdapat pada bagian tutup Plossa Mini. 

Ada dua pilihan aroma Plossa Mini yang dapat kamu pilih. Pertama, Plossa Green Eucalyptus dengan kandungan eucalyptus oil 13,5 persen. Sensasi kesegaran minyak kayu putih pada varian ini cocok diaplikasikan pada masker. 

Kedua, Plossa Red yang mengandung hoteucalyptus oil 12,5 persen dan camphor 6,5 persen. Varian ini cocok bagi kamu yang menginginkan minyak angin dengan sensasi hangat yang ekstra.

Saat ini, Plossa Mini bisa didapatkan dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Pasalnya, produk minyak angin tersebut dijual secara online pada platform e-commerce Tokopedia.

Nah, bagi yang ingin membeli produk Plossa Mini, kamu bisa kunjungi tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau