Advertorial

Bertemu Panja Migas, PHR Tegaskan Komitmen Berdayakan Masyarakat Riau di Blok Rokan

Kompas.com - 15/03/2021, 14:27 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengadakan pertemuan dengan Panitia Kerja (Panja) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Komisi VII DPR RI, Gubernur Riau Syamsuar, dan sejumlah tokoh masyarakat Riau, Selasa (9/3/2021).

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Daerah, Kompleks Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru.

Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Albert Simanjutak, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Al Azhar, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua Panja Migas Komisi VII Alex Noerdin mengatakan bahwa kunjungan kerja ke wilayah kerja (WK) Rokan tersebut dalam rangka menyerap aspirasi.

Selain itu, kunjungan juga dilakukan guna mendapatkan data yang akurat terkait dengan alih transisi Blok Rokan.

Alex berharap, seluruh pemangku kebijakan mencari terobosan yang baik demi kelancaran proses alih kelola ini.

“Pengelolaan (WK) harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Riau. Hal ini demi kesejahteraan bangsa, negara, dan daerah. Jadi, harus dipastikan kepentingan daerah di sini,” kata Alex dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (15/3/2021).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Riau turut menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mendukung alih kelola WK Rokan oleh PHR. Syamsuar menyatakan, pihaknya menyatakan siap menjaga situasi alih transisi agar berlangsung aman dan kondusif.

“Kami siap memfasilitasi dan menjaga situasi agar aman serta kondusif dalam peralihan kontrak kerja oleh PHR,” kata Syamsuar.

Sementara itu, Direktur Utama PHE Subholding Upstream Budiman Parhusip menegaskan komitmen Pertamina terkait serapan tenaga kerja di Blok Rokan.

Budiman mengatakan, Pertamina akan melakukan transfer of employment terhadap pekerja CPI di WK Rokan. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dengan pihak-pihak terkait sebelumnya.

PHR, tambah Budiman, telah melakukan kerja sama dengan beberapa universitas yang ada di Riau. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PHR untuk melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di provinsi dengan julukan Bumi Lancang Kuning itu.

Program TJSL akan dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah daerah dan diprioritaskan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Riau di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Terkait program local business development (LBD) dari CPI yang saat ini tengah berlangsung, PHR juga akan melakukan pembahasan lebih lanjut.

“Diperlukan koordinasi dengan CPI untuk mendapatkan skema dan data 260 kontrak LBD sebelum dilakukan sosialisasi,” tambah Budiman.

Kunjungan kerja Panja Migas tersebut juga diisi dengan kegiatan kunjungan ke lapangan kerja CPI di Kecamatan Minas, Riau.

Sebagai informasi, tim manajemen PHR turut hadir memenuhi undangan rapat yang diadakan Komisi IV DPRD Riau bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau