Advertorial

Jadi Santapan Favorit, Begini Cara Pilih Mi Instan yang Baik bagi Kesehatan

Kompas.com - 17/03/2021, 15:36 WIB

KOMPAS.com – Mi instan menjadi salah satu santapan favorit banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Aroma dan rasanya yang menggugah selera, serta cara memasak yang praktis membuat makanan tersebut sering jadi pilihan utama saat makan atau sekadar pengganjal rasa lapar.

Namun, di balik kelezatannya, mi instan kerap dijadikan kambing hitam atas segala gangguan kesehatan, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Anggapan ini tak ditampik oleh Kepala Dokter sekaligus Direktur Divisi Penelitian Kanker Terapan dan Penemuan Obat di Translational Genomics Research Institute dr Sunil Sharma.

Sunil mengatakan, beberapa zat yang umumnya terkandung dalam mi instan, seperti monosodium glutamate (MSG) dan tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), memang dapat memicu berbagai risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

“Meski begitu, mi instan tidak akan menyebabkan penyakit selama dikonsumsi dalam batas tertentu,” kata Sunil seperti dilansir dari NDTV, Senin (14/8/2017).

Hal senada turut diungkapkan sejumlah ahli gizi. Menikmati mi instan sesekali tidak masalah asalkan pola makan sehat tetap dipertahankan. Bahkan, mi instan bisa menjadi santapan sehat bila ditambah dengan bahan makanan lain yang mengandung protein, vitamin, dan mineral. Contohnya, daging, telur, tempe, tahu, dan sayuran.

Selain itu, mengutip Healthline, Sabtu (15/4/2017), mi instan masih mengandung beberapa mikronutrien yang dibutuhkan tubuh, seperti zat besi, mangan, folat, dan vitamin B, meskipun rendah serat dan vitamin. 

Hal tersebut diperkuat dengan penelitian Johns Hopkins University School of Medicine (2010) yang dimuat dalam laman pubmed.ncbi.nlm.nih.gov. Hasilnya, sekitar setengah mi instan di Indonesia diperkaya dengan vitamin dan mineral, termasuk zat besi.

Kemudian, hasil studi The Korean Nutrition Society and the Korean Society of Community Nutrition (2011) yang dimuat dalam laman pubmed.ncbi.nlm.nih.gov menunjukkan, orang yang menyantap mi instan memperoleh asupan thiamin (vitamin B1) 31 persen lebih banyak dan riboflavin (vitamin B2) 16 persen lebih tinggi daripada orang yang tidak makan mi instan.

Adapun thiamin berperan mengubah karbohidrat menjadi energi bagi tubuh dan membantu menjaga fungsi saraf tetap baik. Sementara itu, riboflavin berguna untuk menjaga kesehatan kulit, saraf, mata, dan sel darah merah, serta membantu proses penyerapan oksigen di dalam tubuh.

Meski begitu, bukan berarti kamu bisa asal dalam memilih dan mengonsumsi mi instan. Agar terhindar dari dampak yang tidak diinginkan, sebaiknya pilih produk mi instan yang terbuat dari bahan alami, rendah natrium, serta tanpa bahan pengawet, perasa, dan pewarna buatan (3P).

Saat ini, tak sulit untuk menemukan produk mi instan sehat. Salah satunya adalah mi instan Lemonilo. Produk tersebut terbuat dari bahan-bahan alami, seperti modified cassava flour (MOCAF) atau tepung singkong, terigu, bayam organik, garam, dan air.

Selain itu, mi instan Lemonilo juga tidak mengandung bahan 3P, MSG, dan hydrolyzed vegetable protein (HVP). Karenanya, produk tersebut memiliki masa kedaluwarsa lebih singkat dan harus dikonsumsi dalam waktu tujuh bulan sejak masa produksi.

Tak hanya terbuat dari bahan alami, kadar lemak mi instan Lemonilo pun lebih rendah dan aman bagi tubuh. Hal ini dikarenakan pembuatan produk dilakukan dengan cara dipanggang bukan digoreng seperti produk mi instan pada umumnya. Tak heran, proses memasak mi pun akan sedikit lebih lama, yaitu lima menit.

Tak sulit untuk menemukan mi instan Lemonilo. Bahkan, produk ini bisa kamu dapatkan tanpa perlu keluar rumah alias membeli lewat Tokopedia.

Belanja mie Lemonilo lewat platform e-commerce tersebut juga akan memberikan kamu keuntungan sendiri. Sebab, harga Lemonilo di Tokopedia cukup bersaing.

Bukan itu saja, toko resmi Lemonilo yang tersedia di Tokopedia pun kini tengah menggelar program flash sale dengan diskon hingga 50 persen.

Tak hanya mi instan, Lemonilo juga menjual produk bahan makanan sehat dan kebutuhan masakan lainnya. Sebut saja beras, minyak, daging, seafood, sayuran, buah segar, minyak goreng, aneka bumbu penyedap masakan, dan pelengkap lain, seperti kaldu ayam.

Bagi kamu yang suka mengonsumsi camilan, Lemonilo pun memproduksi jenis penganan tersebut. Yuk, temukan berbagai makanan sehat di Tokopedia!

Ingat, meski mi instan yang dipilih mengandung bahan-bahan alami, serta dihidangkan bersama sayuran dan protein, kamu tidak dianjurkan menyantap makanan tersebut setiap hari. Setidaknya batasi konsumsi mi instan hanya satu bungkus tiap minggu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau