Advertorial

Mau Investasi tapi Gaji Kecil? Ini 3 Instrumen Investasi yang Bisa Kamu Pilih

Kompas.com - 18/03/2021, 14:55 WIB
Ilustrasi investasi emas. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi investasi emas. (Dok. Shutterstock)


KOMPAS.com – Investasi merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kamu bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Saat ini, ada begitu banyak pilihan instrumen investasi, mulai dari properti, reksa dana, saham, deposito, obligasi, hingga logam mulia atau emas.

Investor dapat memilih jenis instrumen yang sesuai dengan profil keuangannya.

Bila kamu merupakan investor dengan profil keuangan bergaji kecil, berikut pilihan instrumen investasi yang cocok buat kamu.

  1. Saham

    Dulu, saham kerap diidentikkan dengan investor berkantong tebal. Pasalnya, untuk berinvestasi saham, seseorang harus membeli saham minimal 1 lot dengan jumlah 500 lembar. Pun, jumlah saldo minimal rekening dana nasabah (RDN) juga berjumlah jutaan rupiah.

    Kini, anggapan tersebut telah berubah. Pasalnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengubah aturan jumlah minimal saham dalam 1 lot, dari 500 lembar menjadi 100 lembar pada 2014.

    Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
    Daftarkan email

    Sebagian besar perusahaan sekuritas pun menurunkan syarat saldo minimal RDN hingga Rp 100.000. Dengan demikian, investor retail seperti mahasiswa dan karyawan yang berkantong kecil bisa berinvestasi saham.

    Adapun investasi saham menjanjikan keuntungan dari capital gainatau keuntungan modal yang besar. Meski begitu, risiko instrumen ini juga besar karena harga saham sangat fluktuatif. Oleh karena itu, kamu harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum berinvestasi di instrumen saham.

    Saat berinvestasi, lakukan diversifikasi saham sehingga risiko kerugian bisa diminimalisasi. Selain itu, hindari membeli saham dari perusahaan yang kamu tidak ketahui agar terhindar dari praktik saham gorengan.

    Pilih saham-saham dari perusahaan yang kamu ketahui. Dengan begitu, kamu bisa mempelajari fundamental perusahaan tersebut.

    Biasanya, BEI telah mengelompokkan saham dengan kinerja bagus di beberapa indeks, seperti LQ45 dan IDX30. Kamu bisa memilih saham yang tergabung dengan indeks-indeks tersebut.

  2. Reksa dana
    Reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari investor. Dana tersebut akan diinvestasikan oleh manajer investasi dalam beberapa jenis investasi, seperti saham, obligasi, dan deposito.

    Reksa dana diminati investor pemula dan bermodal kecil karena bisa dimiliki dengan harga murah, yakni mulai dari Rp 10.000.

    Investor reksa dana juga tidak perlu repot melakukan analisis perkembangan investasi. Sebab, hal ini sudah dibantu oleh manajer investasi yang dipilih.

    Sebelum memulai berinvestasi, kamu harus lebih dulu mempelajari instrumen reksa dana. Instrumen ini terdiri atas empat jenis yang disesuaikan dengan profil risiko.

    Keempatnya adalah reksa dana pasar uang yang berisiko rendah, reksa dana pendapatan tetap berisiko moderat, reksa dana saham dengan risiko tinggi, dan reksa dana campuran yang juga berisiko tinggi.

    Untuk pemula, sebaiknya pilih reksa dana berisiko rendah agar meminimalisasi potensi kerugian di masa depan.

  1. Emas
    Investasi lain yang bisa kamu pilih adalah emas. Ketimbang instrumen investasi lain, emas tergolong likuid karena mudah dicairkan.

    Selain itu, harga emas juga relatif stabil dan cenderung naik saat krisis terjadi. Tak heran, instrumen ini dianggap sebagai safe haven oleh para investor global.

    Saat ini, kamu bisa berinvestasi emas dengan mudah tanpa harus ke luar rumah. Kamu bisa memanfaatkan platform digital yang memiliki program menabung emas, seperti Tokopedia.

    Bekerja sama dengan PT Pegadaian, Tokopedia menghadirkan program menabung emas untuk membantu masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas, terutama bagi investor pemula dengan modal kecil.

    Tokopedia Emas tak jauh berbeda dengan menabung emas secara konvensional. Kamu dapat membeli, menabung, dan menjual emas yang dimiliki kapan saja dengan modal mulai Rp 5.000, terlebih saat harga pasar dirasa menguntungkan.

    Selain itu, Tokopedia Emas menyediakan fitur grafik harga emas yang ditampilkan dalam periode tujuh hari, satu bulan, dan tiga bulan. Lewat fitur tersebut, kamu juga bisa memantau harga emas hari ini.

    Dengan beragam kemudahan itu, siapa pun yang bergaji kecil pasti bisa berinvestasi demi masa depan keuangan yang lebih baik. Yuk, bisa yuk!

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.