Advertorial

Generasi Sandwich Mesti Tahu, Begini Siasat Atur Keuangan di Masa Pandemi

Kompas.com - 19/03/2021, 13:46 WIB

KOMPAS.com – Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian membuat sebagian besar masyarakat harap-harap cemas akan kondisi keuangannya. Terlebih, bagi generasi sandwich.

Istilah generasi sandwich pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy Miller dan Elaine Brody pada 1981 melalui artikel berjudul “The 'Sandwich' Generation: Adult Children Of The Aging yang dimuat di jurnal Social Work.

Adapun sebutan itu merujuk pada suatu generasi berusia produktif yang memikul dua tanggung jawab finansial, yaitu kepada anak atau keluarga sendiri dan juga orangtua.

Tanggung jawab tersebut membuat generasi sandwich kesulitan dalam merencanakan keuangan. Tak jarang, impian dan rencana yang dipupuk sejak lama harus kandas begitu saja demi mencukupi kebutuhan kedua belah pihak.

Pada masa pandemi, kewajiban itu bisa dibilang terasa lebih berat. Meski demikian, bukan berarti tak ada solusi untuk mengakalinya.

Berikut Kompas.com himpun beberapa tips mengatur keuangan yang perlu diketahui generasi sandwich.

Atur kembali komposisi pos keuangan

Situasi pandemi virus corona penuh dengan ketidakpastian. Karenanya, penyesuaian skala prioritas perlu dilakukan untuk mempermudah Anda dalam mengalokasikan pos keuangan.

Bila sebelumnya pengalokasian dana menggunakan rumus living, saving, parents, dan entertainment, mulailah untuk menerapkan skema baru, yakni living, saving, parents, dan emergency fund.

Adapun pos emergency fund yang menggantikan entertainment bisa Anda tempatkan pada investasi produktif. Namun, pastikan instrumen tersebut bersifat likuid sehingga mudah dicairkan bila dibutuhkan sewaktu-waktu.

Hindari pengeluaran besar

Untuk memaksimalkan langkah di atas, Anda juga perlu mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Dengan kata lain, uang Anda dibelanjakan untuk hal yang dibutuhkan, bukan diinginkan.

Selain itu, perencana keuangan Prita Ghozie mengatakan, sebaiknya tunda juga segala rencana yang memakan biaya besar, apalagi jika harus mengambil dana darurat.

“Tanyakan kepada diri sendiri sebelum belanja, (apakah) keinginan atau kebutuhan dulu yang harus dipenuhi? Misalnya, jika rencana membeli gadget puluhan juta rupiah dan berniat menggunakan dana darurat, ada baiknya rencana tersebut ditunda hingga dananya benar-benar mencukupi sehingga tidak mengganggu dana darurat,” kata Prita dalam pemberitaan Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Tambah sumber pendapatan

Selama bisa mengatur waktu, tak ada salahnya Anda mencoba mencari sumber pendapatan lain. Misalnya, membuka bisnis sampingan secara online. Tak mesti skala besar, Anda dapat memulainya dari skala kecil terlebih dahulu.

Untuk pilihan usaha, Anda dapat gunakan dua rumus, yaitu menyesuaikan dengan tren pasar atau mengikuti minat alias hobi pribadi.

Jika ingin mengikuti tren pasar, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Adapun bisnis online yang tengah marak di masa pandemi adalah berdagang pakaian rumah, frozen food, dan aneka kuliner.

Manfaatkan promo belanja online

Imbauan #dirumahaja yang bergema selama pandemi mendorong sebagian orang memilih berbelanja online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alhasil, metode belanja tersebut mengalami peningkatan hingga 30 persen pada 2020, sebagaimana temuan Indonesian E-commerce Association (idEA) dan We Are Social yang diberitakan Kontan, Kamis (14/1/2021).

Selain alasan kesehatan dan kepraktisan, belanja online dianggap sebagai solusi menguntungkan karena kerap menawarkan berbagai promo menarik. Salah satunya program Kejar Diskon yang tengah digelar Tokopedia.

Lewat program tersebut, Anda bisa menikmati potongan harga dalam sesi Flash Sale Tokopedia dan Flash Sale, serta gratis biaya ongkos kirim (ongkir) hingga Rp 40.000 ke seluruh Indonesia.

Selain bisa berbelanja dengan bujet hemat, Tokopedia juga memiliki beragam produk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian, otomotif, hingga peralatan elektronik.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi Tokopedia dan manfaatkan program Kejar Diskon!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau