Advertorial

Persiapkan Perkuliahan Tatap Muka, Itenas Bandung Selenggarakan Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 29/03/2021, 22:24 WIB

KOMPAS.com - Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menyelenggarakan vaksinasi di Gedung Serba Guna (GSG) Bale Dayang Sumbi Itenas, Jl PKH Hasan Mustafa No 23 Bandung, Senin (29/3/2021).

Adapun dalam kegiatan tersebut, Itenas menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dan Klinik Padjadjaran Kiara Husada.

Kegiatan vaksinasi sendiri dilakukan oleh Itenas Bandung sebagai persiapan pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka. Untuk itu, dosen-dosen Itenas diprioritaskan untuk diberikan vaksin.

Usai vaksinasi dosen selesai terselenggara, Rektor Itenas Bandung Prof Meilinda Nurbanasari, PhD berharap, pemerintah dapat mengizinkan pelaksanaan program vaksin untuk mahasiswa.

“Apabila program vaksin untuk mahasiswa dilaksanakan, tentunya kami lebih yakin untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka,” tutur Prof Meilinda dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Prof Meilinda menambahkan, saat ini Itenas masih menunggu pengumuman terkait program vaksin untuk mahasiswa.

“Sesuai dengan pengumuman Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, terkait kebutuhan gedung besar dan event organizer untuk menunjang kegiatan vaksinasi, kami sudah membuat surat resmi dan koordinasi dengan Dinkes Pemkot bahwa Itenas Bandung siap sebagai penyelenggara vaksin bagi mahasiswa maupun umum,” imbuhnya.

 Rektor Itenas Bandung Prof Meilinda Nurbanasari, PhD. Dok. Itenas Bandung Rektor Itenas Bandung Prof Meilinda Nurbanasari, PhD.

Kegiatan vaksinasi, kata Prof Meilinda, juga dilakukan sebagai upaya menciptakan kekebalan atau imunitas untuk melindungi warga Itenas dari ancaman pandemi Covid-19. Hal ini sekaligus mendukung program pemerintah guna mendorong terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity dalam masyarakat.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Bandung Girindra Wardhana, SKM, MT mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan kampus, sekolah kesehatan, serta asosiasi atau perhimpunan dari profesi bidang kesehatan untuk melakukan kegiatan vaksinasi.

Dari awal, kata Girindra, penyelenggaraan vaksinasi covid-19 dari Pemkot Bandung selalu menyesuaikan dengan ketentuan yang diarahkan Kementerian Kesehatan.

“Apa yang dilakukan oleh seluruh sumber daya kesehatan, termasuk tenaga administrasi dari institusi pendidikan yang membantu pelaksanaan vaksinasi merupakan aksi Bela Negara,” tambahnya.

Dinkes Kota Bandung, jelas Girindra, pun memberikan pelatihan atau job training kepada tenaga administrasi dan tenaga kesehatan lainnya. Tujuannya, agar vaksinasi berjalan lancar dan cepat.

Lebih lanjut, Girindra mengatakan, kegiatan vaksinasi yang dilakukan di institusi-institusi seperti di Itenas Bandung sangat membantu percepatan akselerasi terciptanya kekebalan komunitas, khususnya di Kota Bandung.

“Dengan dilakukannya kegiatan vaksinasi di institusi-institusi, kekebalan komunitas akan cepat diraih dan masyarakat terlindungi. Ini yang kita lakukan tiada henti dan saat ini di Itenas Bandung,” tegasnya.

Selain dosen, vaksin juga diberikan kepada tenaga kependidikan sebagai pelayan administrasi publik dan tenaga non-kependidikan, seperti petugas keamanan, petugas gedung, dan petugas taman. Total penerima vaksin di lingkungan Itenas berjumlah 458 orang.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, baik panitia, tenaga kesehatan, maupun seluruh peserta penerima vaksin menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau