Advertorial

Sudah Divaksin Bukan Berarti Bebas Covid-19, Tetap Jaga Imunitas Tubuh

Kompas.com - 01/04/2021, 21:12 WIB
 Ilustrasi vaksinasi. Dok. Shutterstock Ilustrasi vaksinasi.

KOMPAS.com – Saat ini, proses vaksinasi Covid-19 tengah berlangsung secara bertahap di Indonesia.

Berdasarkan data dari covid19.go.id , per Minggu (28/3/2021) tercatat sebanyak 7.243.202 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 3.246.455 orang telah merampungkan vaksinasi dosis kedua.

Kehadiran vaksin Covid-19 dan berlangsungnya proses vaksinasi tersebut memberi harapan bagi masyarakat untuk segera terlepas dari pandemi.

Pasalnya, dengan pemberian vaksin, kekebalan komunitas terhadap virus corona bisa terbentuk. Angka penularan Covid-19 pun bisa ditekan.

Meski demikian, vaksinasi tidak lantas menghilangkan Covid-19. Pun, kekebalan tubuh terhadap virus corona baru terbentuk beberapa minggu setelah menerima suntikan.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (23/3/2021), kekebalan terhadap Covid-19 baru dapat terbentuk sempurna pada 14-28 hari setelah proses vaksinasi tahap kedua. Sementara, orang lanjut usia memerlukan waktu lebih panjang dari itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tubuh setiap orang memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk membentuk kekebalan terhadap Covid-19.

Oleh sebab itu, Anda harus tetap mematuhi protokol kesehatan walau sudah divaksin, seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker, membatasi mobilitas, serta menghindari kerumunan.

Hal tersebut diamini oleh Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi.

“Penerapan protokol kesehatan (5M) dan menjaga imunitas tubuh juga tetap harus dilakukan oleh setiap anggota masyarakat,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa 30/3/2021).

Menjaga imunitas tubuh, lanjutnya, dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan mengatasi stres dengan baik.

“Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dapat mengonsumsi suplemen imunomodulator. Suplemen ini berfungsi untuk menghadang virus masuk ataupun berkembang biak dalam tubuh,” kata Agustina.

Berbicara mengenai suplemen, memilih suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh tidak boleh sembarangan. Saat memilih, kandungan di dalam suplemen tersebut sebaiknya menjadi pertimbangan.

Suplemen dengan kandungan bahan-bahan alami lebih aman untuk dikonsumsi. Karena itu, suplemen semacam itu kini menjadi pilihan banyak orang.

Salah satu bahan alami yang telah dipercaya sejak ratusan tahun lalu untuk menjaga daya tahan tubuh adalah jamur Cordyceps militaris. Pasalnya, jamur ini mengandung zat aktif yang memiliki banyak khasiat.

 Kalbe H2 Cordyceps Militaris. Dok. Kalbe Kalbe H2 Cordyceps Militaris.

Pertama, zat cordycepin merupakan komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang sel-sel dan bahan kimia tertentu dalam sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zat cordycepin juga dapat meningkatkan konsumsi oksigen ke paru-paru.

Zat kedua adalah adenosine. Zat ini dapat membantu mengurangi gejala sesak atau gangguan pernapasan. Terakhir, Cordyceps militaris juga mengandung polisakarida yang berfungsi sebagai sumber energi.

Jamur Cordycepsmilitaris juga dapat menjadi imunomodulator seimbang dengan fungsi imunostimulan dan imunosupresan. Kedua fungsi tersebut akan mengoptimalkan sistem daya tahan tubuh dan mencegah gangguan sistem imun.

Selanjutnya, zat aktif dalam jamur tersebut bahkan berpotensi digunakan sebagai antivirus. Pasalnya, baik adenosine maupun cordycepin memiliki struktur yang mirip dengan obat antivirus Galidesivir.

Untuk diketahui, Galidesivir merupakan salah satu antivirus yang digunakan untuk terapi medikasi perawatan pasien Covid-19. Obat ini disinyalir dapat mengatasi virus Corona dan sudah melalui uji klinis fase 1.

Manfaat lain dari jamur Cordyceps militaris adalah sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan berpotensi mengurangi gangguan pernapasan.

Di Indonesia, jamur Cordyceps militaris dikembangbiakkan menggunakan teknologi kultur jaringan. Jaringan pada jamur diisolasi dan ditumbuhkan dalam kondisi aseptik. Dengan demikian, terbentuk jamur Cordyceps militaris yang utuh dengan kualitas terjaga.

Kandungan dari jamur Cordyceps militaris dapat ditemukan dalam suplemen Health and Happiness (H2) Cordyceps Militaris. Setiap satu kapsul H2 Cordyceps Militaris mengandung 500 miligram (mg) ekstrak Cordyceps militaris.

Direktur Divisi Consumer Health Kalbe Farma Feni Herawati mengatakan bahwa Kalbe suplemen H2 Cordyceps Militaris merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan Kalbe Farma untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

 “H2 Cordyceps Militaris memiliki kandungan cordycepin dan adenosine yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan energi, dan memperbaiki fungsi paru dan ginjal,” ujar Feni.

Selain itu, suplemen H2 Cordyceps Militaris telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan begitu, suplemen ini aman dikonsumsi.

Sebagai tambahan informasi, berkat khasiat yang ada pada H2 Cordyceps Militaris, suplemen ini dipercaya BPOM untuk diuji klinis sebagai kandidat suplemen untuk penanganan pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Nantinya, H2 Cordyceps Militaris bisa diberikan kepada pasien untuk membantu mengembalikan imunitas tubuh.

Informasi selengkapnya mengenai H2 Cordyceps Militaris dan tip kesehatan lain bisa Anda temukan di akun Instagram @h2_healthandhappiness. Saat ini, H2 Cordyceps Militaris juga sudah tersedia di e-commerce, seperti Shopee dan Tokopedia.