Advertorial

Wujudkan Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change, Epicentrum 2021 Usung Tema Indonesia Recovery

Kompas.com - 03/04/2021, 00:00 WIB
Festival Komunikasi Epicentrum 2021 mengangkat tema ?Indonesia Recovery?. DOK. FIKOM UNPADFestival Komunikasi Epicentrum 2021 mengangkat tema ?Indonesia Recovery?.

KOMPAS.com – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) kembali menggelar festival komunikasi tahunan Epicentrum pada 3-6 Mei 2021.

Epicentrum merupakan sebuah ajang kompetisi bidang komunikasi terbesar di Indonesia. Istimewanya, gelaran Epicentrum tahun ini akan diselenggarakan dalam skala internasional untuk pertama kalinya.

Epicentrum 2021 akan memberikan kesempatan dan pengalaman bagi peserta untuk berkolaborasi dengan pentahelix yang meliputi academician, business, community, government, dan media (ABCGM).

Kolaborasi tersebut bertujuan memecahkan permasalahan dan isu nasional melalui perspektif bidang keilmuan komunikasi.

Selain itu, Epicentrum 2021 akan dikemas dalam berbagai rangkaian acara, seperti kompetisi, seminar, company visit online, dan lokakarya (workshop online). 

Tema yang diangkat Epicentrum untuk tahun ini adalah Indonesia Recovery. Tema ini dipilih untuk mewadahi peran mahasiswa sebagai agent of change dalam memecahkan permasalahan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Pasalnya, upaya pemulihan semua sektor yang terdampak pandemi, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga sosial, penting bagi Indonesia.

Dengan menghadirkan tujuh mata lomba yang mewakili tujuh program studi di Fikom Unpad, Epicentrum diharapkan dapat mewadahi peserta dalam menyalurkan ide dan gagasannya sesuai dengan minat serta bakat yang mereka miliki.

Berikut adalah informasi ketujuh mata lomba dari Epicentrum 2021.

  1. Research Mindedness (Program Studi Ilmu Komunikasi)

Research Mindedness merupakan lomba berbasis riset yang menggabungkan perspektif kajian dan strategi komunikasi sebagai upaya penyelesaian masalah.

Subtema yang diangkat pada tahun ini adalah Collaborative Communications to Dignify Local Tourism Industry.

Adapun output yang dihasilkan berupa laporan penelitian, infografik, serta video kreatif yang mengandung kolaborasi dari unsur pentahelix sebagai bentuk strategi komunikasi yang ditawarkan.

  1. Parade Jurnalistik (Program Studi Jurnalistik)

Parade Jurnalistik merupakan lomba yang menantang peserta untuk membuat produk jurnalistik dan menyelaraskan kedalaman fakta serta cara pengemasan yang menarik.

Pada tahun ini, Parade Jurnalistik mengusung tema Innovation: All Around You dengan output berupa proposal kreatif dan prototype.

  1. Ideation (Program Studi Manajemen Komunikasi)

Ideation merupakan lomba yang menantang para peserta untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sebuah isu melalui strategi komunikasi.

Subtema yang diangkat pada gelaran 2021 adalah Womenpreneur for a Better Indonesia. Output yang dihasilkan berupa strategi komunikasi yang dirancang oleh peserta dalam bentuk program kampanye digital.

  1. Tell A Vision (Program Studi Televisi dan Film)

Tell A Vision merupakan lomba yang memberi ruang ekspresi bagi para mahasiswa agar dapat mengembangkan kreativitas, minat, dan bakat dalam berkarya. Tujuannya adalah untuk menciptakan program televisi yang berkualitas.

Subtema yang diangkat pada tahun ini adalah “Pendidikan dalam Layar Kaca”. Adapun output yang dihasilkan berupa rancangan proposal program acara televisi nondrama.

  1. Mediation (Program Studi Manajemen Produksi Media)

Mediation merupakan lomba yang memiliki konsep production house. Subtema yang diangkat tahun ini adalah “Akselerasi Digital di Bidang Startup” dan diharapkan dapat menghasilkan output berupa poster digital, audio, dan video. 

  1. Liblicious (Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan)

Liblicious merupakan lomba pembuatan program atau produk kreatif yang berkaitan dengan permasalahan di masyarakat. Subtema yang diangkat adalah "Creative Learning Program for Elementary Student as Post-Pandemic Learning Model Adaption (Blended Learning)".

Hasil yang ingin didapat dari perlombaan ini adalah esai, infografik, dan program kreatif dengan menggunakan sudut pandang pemanfaatan perpustakaan atau komunitas literasi dalam pemecahan masalahnya.

Harapannya, output tersebut dapat diterapkan untuk memecahkan permasalahan masyarakat.

  1. The 9th PPRF (The 9th Padjadjaran Public Relations Fair) (Program Studi Hubungan Masyarakat)

Berbeda dengan mata lomba lainnya, The 9th PPRF menawarkan dua cabang mata lomba yang dapat diikuti oleh peserta Epicentrum 2021.

Mengusung subtema “To Recovery & Beyond: The Future of Tourism in the Wake of Covid-19”, berikut dua cabang mata lomba yang dikompetisikan.

  • OlymPRday 

OlymPRday merupakan lomba pengerjaan riset dan penyusunan program yang sistematis, terencana, serta kreatif melalui strategic planning PR sebagai bentuk penyelesaian masalah.

Output yang dihasilkan adalah integrated campaign program proposal sebagai jawaban atas permasalahan pihak terkait.

  • Public Relations Student Forum (PRSF) 

PRSF merupakan lomba diskusi panel yang mengharuskan peserta menggunakan kemampuan berbahasa Inggris, analisis situasi, public speaking, problem solving, lobi, dan negosiasi.

Bermodalkan kemampuan tersebut, peserta dituntut untuk mengusulkan solusi terbaik berdasarkan perspektif public relations guna menjawab tema permasalahan yang diangkat.

Prosedur PRSF terbagi menjadi dua sesi, yakni formal session dan informal session. Untuk output yang dihasilkan adalah draft resolution berisikan solusi terhadap masalah yang menjadi subtema dalam PRSF.

Sebagai informasi, festival komunikasi Epicentrum 2021 dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa D3, D4, dan S1 dari perguruan tinggi di kawasan Asia.

Peserta dapat mendaftar sampai batas akhir pendaftaran pada 9 April 2021.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Epicentrum 2021, silakan kunjungi websiteepicentrum.fikom.unpad.ac.id atau akun Instagram @epicentrumunpad.