Advertorial

Di Hadapan Gubernur Jabar, Itenas Perkenalkan Konversi Kendaraan Roda 3 Bertenaga Listrik

Kompas.com - 12/04/2021, 20:50 WIB

KOMPAS.com – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali memamerkan kendaraan listrik buatannya, Konversi Kendaraan Roda 3.

Kendaraan tersebut diperkenalkan pada acara sosialisasi stakeholder Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) bertajuk “Low Carbon Lifestyle Through Electricity” yang diselenggarakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (8/4/2021).

Untuk diketahui, kendaraan roda 3 hasil inovasi Itenas tersebut awalnya merupakan kendaraan bermesin bensin. Kemudian, mesin kendaraan dikonversi menjadi bertenaga baterai.

Kendaraan purwarupa tersebut memiliki daya listrik 3 kilowatt (kW) yang berasal dari baterai bertenaga 60 volt (V) dan muatan 100 ampere-hour (Ah). Dengan daya tersebut, kendaraan roda 3 bikinan Itenas memiliki kecepatan 40 kilometer (km)/jam dan jarak tempuh isi ulang baterai mencapai 50 km.

Dalam pengembangan tersebut, Itenas menggandeng PT Jakarta Central Motor.

Ketua Tim Pengembang Mobil Listrik sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itenas Tarsisius Kristyadi, PhD mengatakan, keberadaan kendaraan roda 3 tersebut merupakan wujud dukungan Itenas terhadap program kendaraan listrik pemerintah.

Itenas Bandung sendiri, lanjut Kristyadi, akan terus berinovasi dalam mewujudkan program pemerintah tersebut, baik untuk transportasi maupun keperluan lain.

“Untuk mewujudkannya, Itenas melalui proses riset dan bekerja sama dengan pihak industri untuk pengembangan kendaraan listrik ini,” tutur Kristyadi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Terkait kendaraan roda 3 Itenas, Kristyadi menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan pabrikan otomotif untuk memproduksi secara massal. Dengan demikian, kendaraan bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

Sebagai informasi, inovasi Itenas terkait kendaraan listrik bukan hanya Konversi Kendaraan Roda 3. Sebelumnya, Itenas telah berkontribusi dengan mengenalkan beragam kendaraan purwarupa bertenaga listrik, yakni Evhero, V8 Vadi, dan Itenas Sergap Senyap Vehicle.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inovasi yang dilakukan Itenas. Ia pun sangat mendukung semua inovasi terkait kendaraan berbasis tenaga listrik.

“Saya mendorong universitas-universitas untuk mengembangkan inovasi kendaraan listrik sehingga ke depannya (kendaraan listrik) memiliki standar. Silakan berlomba melakukan riset teknologi baterai yang murah dan makin ringan,” ujar Kang Emil, panggilan akrab Gubernur Jabar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau