Advertorial

Bersama PSSI dan LIB, Kemenpora Kaji Izin Penonton Terbatas pada Liga 1 dan 2

Kompas.com - 14/04/2021, 20:19 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) akan mengkaji lebih lanjut mengenai izin penonton terbatas pada gelaran Liga 1 dan Liga 2 Indonesia yang diwacanakan Presiden Joko Widodo.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bersama-sama mengkaji wacana tersebut.

Selain merespons arahan Presiden, Amali berkata, hasil kajian itu akan menjadi dasar bagi pihak kepolisian dalam memberikan izin kepada pihak penyelenggara Liga Indonesia untuk menggelar acara dengan penonton terbatas.

"Ini bukan pekerjaan ringan, ya. Mengizinkan siapa yang boleh dan tidak boleh nonton langsung itu sulit. Namun, beliau (Presiden) telah membuka peluang untuk mengkaji lebih dulu. Mengkaji, ya. Bukan mengizinkan," tegas Amali dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Amali mengungkapkan, wacana perizinan penonton terbatas pada Liga 1 dan 2 merupakan bentuk perhatian Presiden terhadap pencinta olahraga tersebut di Tanah Air.

“Presiden juga memantau langsung jalannya Piala Menpora (2021). Ia menampung aspirasi masyarakat pencinta sepak bola Indonesia. Karenanya, muncul arahan kepada Menpora untuk mengkaji rencana penonton terbatas saat pelaksanaan liga. Selain itu, arahan Presiden bertujuan mendidik para penonton dan suporter supaya tertib,” terang Amali.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan transparansi terhadap hasil kajian, termasuk jika tidak ada kemungkinan untuk penonton menghadiri gelaran Liga Indonesia.

"Saya akan kaji betul-betul. Ini bukan keputusan, melainkan baru kajian. Jika hasil kajiannya ternyata tidak visible untuk penonton, ya saya akan sampaikan seperti itu. Kajian ini juga berlaku untuk semua cabang olahraga (cabor). Kami akan menetapkan standard operating procedure (SOP) sesuai karakteristik dari cabor itu,” ujar Amali.

Hingga saat ini, turnamen pramusim Piala Menpora telah berlangsung hingga babak semifinal tanpa kehadiran suporter di stadion. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau