Advertorial

Sebelum Bikin Takjil Sendiri, Cek Dulu Kelayakan Peralatan Dapur Kamu

Kompas.com - 16/04/2021, 15:32 WIB

KOMPAS.com – Rasanya kurang sempurna bila Ramadhan tanpa ngabuburit. Kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu sambil menunggu jam berbuka puasa ini memang sudah menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat.

Aktivitas ngabuburit yang paling sering dilakukan masyarakat Indonesia adalah mencari takjil untuk berbuka puasa. Takjil berupa gorengan, kolak, kue tradisional, dan minuman dingin pun menjadi favorit.

“Berburu” takjil memang menyenangkan. Namun, higienitas takjil yang dibeli belum bisa dipastikan. Apalagi sekarang sedang banyak virus yang berisiko mengganggu kesehatan kamu.

Daripada menduga-duga kemudian menjadi ragu, lebih baik kamu membuat takjil sendiri di rumah. Kegiatan ini juga bisa dijadikan ide ngabuburit seru sekaligus sesuai anjuran pemerintah untuk tetap beraktivitas di rumah.

Sebelum memutuskan akan membuat takjil, coba cek dulu apakah peralatan dapurmu sudah lengkap dan layak untuk digunakan?

Pasalnya, banyak orang merasa sudah memiliki peralatan dapur yang lengkap, tetapi ternyata sudah tidak layak pakai.

Misalnya saja, kamu punya penggorengan atau wajan antilengket, tetapi lapisan antilengketnya ternyata sudah terkelupas. Hal tersebut akan berbahaya untuk masakan. Pasalnya, bisa saja bahan kimia yang ada pada lapisan antilengket menempel pada makanan yang sedang kamu masak.

Selain itu, coba perhatikan talenan yang biasa kamu gunakan untuk alas memotong makanan. Jika terbuat dari bahan plastik, pastikan plastik pada talenan masih menempel dengan baik.

Kemudian, hindari penggunaan talenan dari bahan plastik tidak digunakan untuk memotong makanan yang panas. Sebab, dikhawatirkan lapisan plastik pada talenan akan meleleh dan bisa saja menempel pada makanan yang sedang dipotong.

Peralatan dapur lain yang seringkali terlewat diperhatikan adalah alat pengupas atau peeler. Alat ini biasa digunakan untuk mengupas buah atau sayur, seperti apel, wortel, dan kentang. Maka dari itu, kebersihan dari alat ini juga harus dijaga. Pastikan alat ini tidak berkarat saat kamu gunakan.

Selanjutnya adalah blender. Alat satu ini menjadi penyelamat ibu-ibu untuk menghaluskan bumbu. Apabila kamu juga suka membuat minuman dengan blender, sebaiknya bedakan gelas dan pisau blender untuk bumbu dan minuman. Tak mau kan kamu minum smoothies rasa bawang?

Jika salah satu dari keempat peralatan dapur tersebut ada yang sudah tak layak pakai, kamu wajib menggantinya. Tak perlu bingung, kamu bisa membelinya secara online melalui Tokopedia.

Di Tokopedia kamu bisa mendapatkan peralatan dapur dengan harga hemat. Sebab, Tokopedia punya program flash sale setiap harinya.

Kamu bisa pula kejar diskon peralatan dapur dan produk kebutuhan sehari-hari lainnya di Tokopedia. Belanja kamu pun makin hemat karena mendapatkan gratis ongkir ke seluruh Indonesia.

Nah, tunggu apalagi? Supaya puasa makin sehat, kamu bisa segera memasak takjil sendiri dengan peralatan dapur yang bersih dan higienis. Selamat memasak!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau