Advertorial

Menpora Dorong Penerapan Protokol Kesehatan Piala Menpora 2021 Tetap Dijaga hingga Final

Kompas.com - 17/04/2021, 13:20 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengapresiasi PT Liga Indonesia Baru dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas keberhasilan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Zainudin pun mendorong agar situasi kondusif penyelenggaraan sisa pertandingan hingga final Piala Menpora tetap dijaga. Dengan demikian, kondisi serupa bisa lanjut ke Liga 1 dan Liga 2.

Hal itu disampaikan Zainudin saat menghadiri laga leg pertama semifinal Piala Menpora antara Persib Bandung vs PS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021) malam.

"Dari kesuksesan ini, harapan besar adalah izin untuk kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021-2022 insyaallah akan ada,” ujar Zainudin dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Karena itu, Zainudin menegaskan, penerapan prokes pada sisa turnamen pramusim harus dijaga betul. Pihaknya berharap, kedisiplinan tersebut terus berlanjut hingga akhir pergelaran Piala Menpora.

"Sekali lagi, (kedisiplinan) ini membuktikan bahwa ternyata kita bisa karena ada komitmen dari semua pihak. Terima kasih dari kami pemerintah dan apresiasi untuk penyelenggara, yaitu PT LIB," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Piala Menpora merupakan ujian pembuktian bahwa kompetisi sepak bola bisa dilangsungkan di tengah pandemi.

Soal kehadiran penonton secara terbatas di stadion, Zainudin mengatakan, Kemenpora bersama PT LIB dan PSSI akan melakukan kajian secara komprehensif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau