Advertorial

PT Askrindo dan Baznas Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Warga Tidak Mampu di Jabodetabek

Kompas.com - 19/04/2021, 17:48 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan yang bergerak di bidang asuransi PT Askrindo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu 200 warga tidak mampu di Jabodetabek untuk menjalani operasi katarak gratis.

Program tersebut terealisasi berkat pendanaan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) milik PT Askrindo yang disalurkan melalui Baznas.

Acara operasi katarak tersebut diselenggarakan di Rumah Sehat Baznas(RSB) Jakarta, Senin (19/4/2021). Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Baznas Mokhammad Mahdum, Direktur Operasi sekaligus Plt Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI,Wahyu TT Kuncahyo, Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo Kun Wahyu Wardhana, serta Kepala Biro Umum PT Askrindo Ahmad Faisal.

Pada kesempatan tersebut, Kun Wahyu Wardhana mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah Jabodetabek yang kurang mampu dalam memperoleh layanan kesehatan berupa operasi katarak. Dengan begitu, penyakit katarak dapat disembuhkan dan penglihatan bisa kembali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang telah memfasilitasi program ini. Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat banyak manfaat bagi para mustahik,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Sementara itu, Mokhammad Mahdum mengatakan, operasi katarak dilaksanakan dalam empat tahap. Keempat tahap tersebut terdiri dari screening, operasi, dan pascaoperasi.

Operasi dimulai dari Maret hingga bulan April 2021 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 200 orang. Adapun kegiatan ini telah melalui protokol kesehatan yang ketat bagi pasien, tenaga medis, maupun penyelenggara.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas terealisasinya program ini. Berkat program itu, Baznas dan PT Askrindo telah berupaya membantu program pemerintah dalam mengentaskan masalah kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak,” jelas Mahdum.

Sebagai informasi, program operasi katarak gratis diselenggarakan berdasarkan hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2014–2016 dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Survei tersebut dilakukan di lima belas provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat.

Berdasarkan hasil survei, angka kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen. Dari angka tersebut, katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi, yakni 81 persen.

Selain di bidang kesehatan, PT Askrindo dan Baznas telah bekerja sama dalam penanganan pascabencana di Sulawesi Tengah serta penanganan bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau