Advertorial

Tahun Ketiga Kampanye Jalan Hijau, BPTJ Ajak Masyarakat Pakai Angkutan Umum Massal dan NMT

Kompas.com - 27/04/2021, 10:10 WIB
BPTJ menggelar Kampanye Jalan Hijau secara virtual di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Dok. KemenhubBPTJ menggelar Kampanye Jalan Hijau secara virtual di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

KOMPAS.com – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan Kampanye Jalan Hijau di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Mengingat situasi pandemi Covid-19, kampanye ini digelar secara virtual tanpa aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Kampanye tersebut diselenggarakan bersamaan dengan momentum Hari Kesehatan Internasional yang jatuh pada 7 April dan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April.

Pada tahun ketiga, Kampanye Jalan Hijau mengajak masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bermotor semaksimal mungkin.

Sebagai gantinya, masyarakat dapat beralih menggunakan angkutan umum. Selain itu, berjalan kaki dan bersepeda atau menggunakan non-motorized transportation (NMT) juga bisa menjadi pilihan.

Dalam acara Virtual Event Kampanye Jalan Hijau Achievement Award 2021, Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan bahwa NMT merupakan bagian tak terpisahkan dari penggunaan angkutan umum massal.

“Masyarakat dapat menggunakan NMT pada tahapan perjalanan pertama (first mile) atau perjalanan terakhir (last mile). NMT juga bisa dilakukan pada perjalanan dengan jarak terjangkau,” ujar Polana dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, jelas Polana, pemanfaatan kendaraan pribadi bermotor masih sangat dominan di Jabodetabek. Sarana transportasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara buruk di Jabodetabek, yaitu sekitar 40 persen.

Sebagai informasi, pada 2019, Jakarta dan wilayah penyangganya mendominasi peringkat teratas dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Selain itu, masifnya penggunaan kendaraan pribadi juga berdampak pada tingkat kemacetan. Data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2017 menyebutkan bahwa kemacetan di Jakarta telah menimbulkan kerugian mencapai Rp 65 triliun per tahun.

Data itu semakin menguatkan bahwa transportasi perkotaan berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat di wilayah Jabodetabek, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Oleh karena itu, bila semakin banyak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi bermotor, kondisi kota ramah lingkungan akan tercipta. Pada akhirnya, kondisi ini akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat urban di Jabodetabek.

Adapun Kampanye Jalan Hijau dapat terselenggara berkat kerja sama BPTJ dengan berbagai pihak. Salah satunya ialah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kami sangat berterima kasih atas sinergi Kemenkes dalam gerakan Kampanye Jalan Hijau,” ujar Polana.

Menurutnya, secara substantif, program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diinisiasi Kemenkes sejalan dengan Kampanye Jalan Hijau. Pasalnya, Kampanye Jalan Hijau dapat mendukung Germas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Oleh sebab itu, BPTJ berharap agar kerja sama dua sektor tersebut dapat terus berlangsung di masa mendatang.

Secara lengkap, Anda dapat menyaksikan Virtual Event Kampanye Jalan Hijau Achievement Award 2021 melalui saluran Youtube BPTJ atau mengunjungi laman resmi BPTJ.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.