Advertorial

Bangun Sinergi Pemberdayaan UMKM, BRI Hadirkan Microfinance Outlook 2021

Kompas.com - 27/04/2021, 10:13 WIB
Pengisi acara di BRI Microfinance Outlook 2021: Adapting Through Innovation & Synergy Dok. BRIPengisi acara di BRI Microfinance Outlook 2021: Adapting Through Innovation & Synergy

KOMPAS.com – Menghadapi tantangan di 2021, BRI Microfinance Institute menghadirkan BRI Microfinance Outlook 2021: Adapting Through Innovation & Synergy.

Acara yang digagas dan dudukung sepenuhnya oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini akan berlangsung di Ruang Serba Guna Gedung BRI 1 lantai 21 dan juga disiarkan secara daring, Rabu, (28/4/2021).

Microfinance Outlook 2021 merupakan salah satu wadah dan bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 belum membaik hingga saat ini. Hal tersebut terlihat dari kondisi ketenagakerjaan yang belum menunjukkan titik balik dan angka pengangguran yang meningkat dari 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta per Agustus 2020. 

Kondisi makro ekonomi ini berpengaruh terhadap industri keuangan mikro di 2021. Dengan tekanan perekonomian saat ini, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dipandang sebagai salah satu solusi untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelopor program microfinance

Memantapkan posisi BRI sebagai pelopor program microfinance yang membantu kredit dan pembiayaan UMKM dengan asas kesinambungan, Microfinance Outlook kali ini mengusung tema Building Sustainable Microfinance Ecosystem in the Digital Era dengan taglineAdapting Through Innovation & Synergy”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hybrid Webinar satu hari ini akan menyajikan dua sesi seminar virtual degan dua sub tema, yaitu “Empowering Sustainable Microfinance & its Ecosystem” pada sesi pertama dan “Boosting Innovation for Synergy in Microfinance” pada sesi kedua.

Puncak Acara ini adalah keynote speech dari Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Badan Usaha Mioik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso.

Selain itu, akan diadakan juga launching dua program ungulan terkait UMKM dan microfinance, yakni Link UMKM: Aplikasi Program Pemberdayaan Terpadu UMKM Naik Kelas serta Lembaga Sertifikasi Microfinance Indonesia sebuah program peningkatan kualitas SDM untuk stakeholder microfinance.

Sejumlah pakar dari dalam dan luar negeri, akan hadir membawakan masing-masing topik diskusi dalam tiap sesi.

Pada sesi satu, narasumber yang hadir di antaranya Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, Adjunct Lecturer Harvard Kennedy School Cambridge USA Dr Jay Rosengard, Sosiolog Universitas Indonesia Dr Imam Prasojo, Representatif McKinsey and Company Prateek Bhargava, dan Senior Executive Analyst OJK DR Roberto Akyuwen.

Untuk sesi dua, narasumber yang akan membawakan topik diskusi, di antaranya Rektor Universitas Indonesia Prof Ari Kuncoro, Representatif Cornell University , Prof Iwan Jaya Azis, Bupati Kulon Progo H Sutedjo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Fintech Lending Indonesia dan CEO Dompet Sunu Widyatmoko, serta Chief Economist BRI dan Direktur BRI Research Institute Dr Anton Hendranata.

Adapun seminar virtual sesi satu akan dipandu oleh Rosiana Silalahi. Sementara pada sesi dua, Ketua Indonesian Micro Finance Expert Association (IMFEA) DR. Ahmad Subagyo akan memandu jalannya acara.

Mengenai Microfinance BRI

Prof Dr HD Seibel mendefinisikan microfinance sebagai “a sector of formal and non-formal financial institutions providing microsaving, microcredit, and microinsurance services to the microeconomy” (sektor keuangan formal dan lembaga keuangan non-formal yang menyediakan jasa tabungan mikro, kredit mikro, dan asuransi mikro yang ditujukan untuk ekonomi mikro).

Lembaga Keuangan mikro di Indonesia Jika diklasifikasikan berdasarkan Lembaga yang memberikan perizinan, Lembaga Keuangan mikro di Indonesia dapat dibagi menjadi dua, yakni Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan bukan Bank, serta Koperasi.

Namun, berdasarkan kepemilikan, kelembagaan keuangan mikro dapat dibedakan menjadi empat. Yaitu perseorangan (rentenir), perseroan (PT), koperasi, dan Pemerintah.

Sejak 1980-an, Bank Rakyat Indonesia telah menjadi pelopor bagi dunia untuk program microfinance yang dikelola secara komersial dan inovatif tanpa meninggalkan asas kesinambungan. 

Perkembangan praktik keuangan mikro di Indonesia menjadi semakin lebih progresif sejak financial technology (fintech) diperkenalkan ke masyarakat.

Layanan keuangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau umum dengan nilai nominal kecil, memberikan syarat relatif mudah terhadap akses keuangan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Oleh karenanya, melalui acara BRI Microfinance Outlook 2021 ini, BRI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memberikan overview proyeksi dan inovasi 2021 terhadap perkembangan microfinance, mikro insurance, dan fintech di era digitalisasi.

Hubungan erat dan kerja sama dengan para stakeholder, baik regional, nasional, dan global sangat diharapkan BRI untuk memajukan pengembangan microfinance dan pemberdayaan UMKM di Indonesia dalam sebuah ekosistem yang bersinergi.