Advertorial

Antis Berikan Bantuan 1 Juta Hand Sanitizer untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

Kompas.com - 30/04/2021, 13:41 WIB

KOMPAS.com – Enesis Group memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4/2021). Bantuan tersebut berupa salah satu produknya, Antis, dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Head of Marketing Enesis Group Ita Karo Karo dan diterima oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini di Gedung Kemensos RI, Salemba, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Mensos didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Edi Suharto.

Risma menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Enesis Group. Ia mengatakan, bantuan yang diterima akan segera didistribusikan ke NTT melalui pemerintah daerah (pemda) setempat.

Dengan demikian, bantuan bisa secepatnya diterima oleh masyarakat terdampak, mengingat medan di sana cukup berat dan sulit ditempuh.

Risma juga menjelaskan, sebagai negara yang terletak di cincin api atau ring of fire, Indonesia sangat rentan terhadap bencana alam, termasuk wilayah NTT.

“Kondisi Indonesia (memang) seperti itu. Maka, kita sebagai masyarakat Indonesia perlu bersama-sama untuk bergandengan tangan dalam menangani bencana dan pandemi Covid-19,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Menteri Sosial Risma Tri Rismaharini menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Enesis Group.Dok. Antis Menteri Sosial Risma Tri Rismaharini menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Enesis Group.

Pada kesempatan yang sama, Ita menyatakan bahwa Enesis Group berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah guna memastikan kesehatan masyarakat Indonesia tetap terjaga, terutama saat bencana di masa pandemi.

“Kami cukup prihatin dengan bencana yang menimpa saudara-saudari kita di NTT. Masa pandemi ini saja sudah sulit untuk dilalui, apalagi ditambah bencana,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ita mengatakan, masyarakat yang terdampak bencana alam diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Maka dari itu, kami bersama Kemensos memberikan Antis sebagai bagian dari protokol kesehatan selama masa pemulihan maupun pascabencana,” ujarnya.

Sebagai ahlinya hand sanitizer, Antis hadir untuk melindungi dan menjaga kesehatan masyarakat. Selain itu, Antis juga mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kebersihan tangan.

“Dengan tangan yang bersih ketika mereka makan dan melakukan aktivitas sehari-hari, kesehatan mereka pun akan tetap terjaga. Sebaliknya, makan menggunakan tangan yang kotor akan menimbulkan diare, terlebih di tengah bencana. Keberadaan air bersih mungkin sulit didapatkan, maka kami sediakan Antis untuk para korban di NTT,” jelas Ita.

Sebagai informasi, selain menyumbangkan 1 juta Antis, Enesis Group juga menyumbangkan 5.000 karton produk air minum untuk panas dalam, yaitu, Air Sejuk Adem Sari.

“Bantuan ini juga akan dialokasikan kepada para korban banjir bandang di Flores Timur dan Lembata, NTT,” imbuh Ita.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau