Advertorial

Guru Binar, dari Putera Sampoerna Foundation untuk Guru Tanah Air

Kompas.com - 02/05/2021, 11:00 WIB
Pelatihan pengembangan kompetensi guru DOK. PSF-SDOPelatihan pengembangan kompetensi guru

KOMPAS.com – Bagi sebagian guru, mengajar di era pandemi Covid-19 bukanlah perkara mudah. Terlebih, mereka yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Seperti diketahui, pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi amat mengandalkan teknologi, seperti internet, laptop, atau ponsel pintar. Sementara, ketersediaan infrastruktur tersebut kurang memadai di daerah 3T.

Akibatnya, banyak guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya. Belum lagi, beberapa tenaga pengajar masih gagap teknologi (gaptek).

Meski demikian, keterbatasan infrastruktur di daerah 3T tak lantas membuat tenaga pengajar di sana menyerah. Sebaliknya, atas nama profesionalitas, mereka memutar otak dan berpikir kreatif agar bisa mengajar murid secara efektif.

Karena itu, kerap diberitakan ada guru yang mengajar dengan cara unik. Misalnya, guru-guru di SMPN 3 Satap Punik, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggunakan walkie talkie untuk mengajar.

Kemudian, ada guru yang mengajar dengan memanfaatkan gelombang radio amatir seperti guru sekolah dasar di Pekalongan, Jawa Tengah. Lainnya, ada pula yang memanfaatkan media sosial TikTok seperti guru SDN 131 Kota Jambi, Jambi, Nurfaidah (35).

Cara-cara tersebut membuktikan bahwa guru-guru di Indonesia memiliki kreativitas, daya juang, dan semangat tinggi untuk memberikan edukasi terbaik bagi murid-muridnya.

Pelatihan pengembangan kompetensi guru melalui platform Guru BinarDOK. PSF-SDO Pelatihan pengembangan kompetensi guru melalui platform Guru Binar

Semangat itu menginspirasi

Melihat spirit guru-guru Indonesia yang terus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF-SDO) melakukan transformasi pada platform LenteraEdu.

Platform peningkatan kompetensi guru di Indonesia yang diluncurkan PSF pada Oktober 2020 tersebut kini berganti nama menjadi Guru Binar.

Nama Guru Binar sendiri mencerminkan seorang guru yang antusias, kreatif, dan adaptif, serta senantiasa berkontribusi dalam sebuah komunitas pembelajar profesional yang suportif.

Head of Development and Program dari PSF School Development Outreach Juliana mengatakan, guru di Indonesia dapat memberikan pendidikan berkualitas meski sering dipandang sebelah mata.

“Karena itu, PSF-SDO melalui Guru Binar ingin memotivasi semua guru di Indonesia untuk bergabung dan memanfaatkan platform jejaring ini sebagai tempat untuk menempa diri. Jangan mau kalah dengan murid, guru pun harus terus belajar dan mengembangkan kemampuannya,” kata Juliana dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Guru BinarDOK. PSF-SDO Guru Binar

Lebih lanjut Juliana menuturkan, menurut Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dirilis World Economic Forum pada 2017, Indonesia menduduki peringkat 36 dari 140 negara dalam hal daya saing sumber daya manusia (SDM).

Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu berpacu untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Karena itu, kami yakin bahwa pendidikan merupakan fondasi yang sangat penting untuk menciptakan SDM berkualitas,” lanjutnya.

Ada beragam materi peningkatan kompetensi yang tersedia pada platform Guru Binar. Materi-materi tersebut juga telah disesuaikan dengan kebutuhan guru di seluruh Indonesia.

Selain itu, solusi yang ditawarkan terkait pengembangan kompetensi pun disajikan secara komprehensif dan dapat diakses secara online.

Untuk mengembangkan potensi guru, Guru Binar juga diperkuat dengan fasilitator dari berbagai bidang, mulai dari bahasa, ilmu sosial, pendidikan dasar, matematika, pendidikan karakter, hingga pedagogi dan manajemen organisasi. 

Sebagai informasi, Guru Binar merupakan salah satu program yang dimiliki oleh PSF sebagai institusi bisnis sosial independen.

Sejak berdiri pada 2001, PSF berfokus pada pengembangan pendidikan di Indonesia lewat penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan karakter.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik bagi pendidik maupun pelajar.

Selama 20 tahun terakhir, PSF juga telah menggelar berbagai program beasiswa yang dikelola secara independen maupun bekerja sama dengan berbagai pihak.

Semua langkah itu dilakukan demi terlaksananya program-program pendidikan yang tepat guna.