Advertorial

KB Bukopin, Konsisten Lanjutkan Transformasi di New Normal

Kompas.com - 03/05/2021, 20:20 WIB
Gedung KB Bukopin. Dok. KB BukopinGedung KB Bukopin.

KOMPAS.com – Sudah lebih dari satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi juga menyebabkan krisis di berbagai bidang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kenormalan baru (new normal). Salah satunya, menjaga jarak dalam setiap kegiatan yang melibatkan interaksi antarmanusia.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian. Ini juga merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Setelah resmi menyandang nama baru pasca pengumuman publik, Selasa (23/2/2021), KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan inovasi guna mencapai target besar di 2025.

Upaya itu pun didukung penuh oleh Pemegang saham pengendali (PSP), KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group.

“Sebetulnya, momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” ujar Presiden Direktur KB Bukopin Rivan Purwantono dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (3/5/2021).

KB Bukopin, lanjutnya, sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 67 persen pada September 2020.

“Perbaikan kami lakukan di seluruh lini. Seluruh manajemen dan karyawan terlibat serta memegang peranan penting dalam transformasi ini. Kami juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB sehingga ke depannya kami menjadi jauh lebih kuat,” ujar Rivan.

Transformasi perseroan, imbuhnya, sendiri membutuhkan waktu dan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan audit Desember 2020 ataupun interim Maret 2021 yang dirilis Senin.

Rivan menjelaskan bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja disebabkan beberapa hal, seperti, pandemi dan krisis “infodemi” atau banyaknya hoax.

Berbagai pemberitaan negatif yang muncul sejak Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 ke Indonesia, juga menjadi penyebabnya.

”Ini adalah titik terendah bagi kami. Begitu banyak hantaman yang kami hadapi. Akan tetapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Kami akan kembali bangkit lebih kuat,” ujar Rivan

Memasuki 2021, lanjut Rivan, kondisi sudah membaik. Upaya transformasi pun menurutnya sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.

KB Bukopin.Dok. KB Bukopin KB Bukopin.

Terkait kinerja keuangan, Rivan menjelaskan pelambatan bisnis di KB Bukopin tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun atau sekitar 30 persen dari total kredit yang disalurkan bank.

Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, KB Bukopin memilih fokus pada perbaikan aset existing dan sangat selektif dalam penyaluran kredit.

Kondisi tersebut berdampak pada total aset yang secara yearon year (yoy) terjadi penurunan sekitar 19 persen.

Dari sisi profitabilitas, KB Bukopin melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175 persen dibandingkan Desember 2019.

Hal tersebut berdampak pada penurunan capital adequacy ratio (CAR). Meski demikian, penguatan modal sudah menjadi komitmen dari PSP – KB Kookmin Bank.

Selain publikasi Laporan Keuangan Audit 2020 dan Interim Maret 2021, perseroan juga mempublikasikan Laporan Keuangan Induk Usaha yaitu KB Kookmin Bank.

KB Bukopin telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut pada 2021. Beberapa capaian yang telah diraih, yakni peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah, sedangkan Biaya Operasional terhadap pendapatan Operasional (BOPO) secara year to date turun.

Kenaikan dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun. Angka ini ditargetkan terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin.

Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery serta improvement berbagai aspek.

Di sisi bisnis, misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, dan perluasan market ke korean link business.

Terkait kesiapan digital banking, perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek, seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplifikasi proses Know Your Costumer (KYC), dan cardless withdrawal.

Sementara itu, transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT nya dikembangkan sendiri dan akan diadaptasi oleh perusahaan.

“Transformasi total ini terus berlanjut bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia,” kata Rivan.