Advertorial

Kampanye 21 Hari Lindungi Alam Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Plastik

Kompas.com - 05/05/2021, 16:12 WIB
Kampanye #21HariLindungiAlam ajak masyarakat berkolaborasi untuk melestarikan bumi. DOK. Grid NetworkKampanye #21HariLindungiAlam ajak masyarakat berkolaborasi untuk melestarikan bumi.

KOMPAS.com – Pengelolaan sampah plastik merupakan salah satu isu lingkungan yang menjadi perhatian di Indonesia.

Berdasarkan data National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia yang dirilis pada April 2020, Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik setiap tahun. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Selain itu, sekitar 620.000 ton sampah plastik Indonesia mencemari sungai, danau, dan laut.

Tak hanya merusak lingkungan, masalah pengelolaan sampah plastik yang tidak teratasi juga dapat menyebabkan bencana bagi masyarakat sekitar. Misalnya, peristiwa longsor sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, yang merenggut nyawa lebih dari 157 jiwa pada 2005.

Sejumlah permasalahan pengelolaan sampah plastik juga menjadi kendala di Indonesia. Kendala tersebut di antaranya adalah tata kelola persampahan, sinkronisasi dan integrasi dari berbagai aspek peraturan, kelembagaan, teknis operasional, serta pembiayaan.

Pemerintah sendiri tidak tinggal diam mengatasi masalah sampah plastik. Terlebih, pada 2025 Indonesia menargetkan pengurangan sampah di darat sebesar 30 persen dan pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70 persen.

Meski demikian, kendala untuk mengatasi masalah tersebut tak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah. Baik pengusaha maupun masyarakat juga harus ikut berperan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk membangkitkan partisipasi masyarakat, diperlukan peran anak muda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, Indonesia didominasi oleh Gen Z dan generasi milenial. Kedua generasi ini bisa menentukan arah perubahan lingkungan di Indonesia dalam 10-15 tahun mendatang.

Menurut penelitian Cambridge International, pelajar Indonesia menganggap polusi, termasuk sampah plastik, sebagai isu terbesar yang dihadapi dunia saat ini.

Pada survei tersebut, 93 persen generasi muda di Indonesia sangat bersemangat menangani isu lingkungan. Mereka ingin melakukan berbagai tindakan nyata.

Saat ini, pembangunan nasional berbasis pendekatan ekonomi sirkular dinilai mampu menjadi alternatif guna mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia. Caranya, dengan menggunakan kembali maupun mendaur ulang plastik pascakonsumsi menjadi bahan baku untuk dibuat produk baru.

Tak hanya solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia, ekonomi sirkular juga dapat memberikan mata pencaharian bagi mereka yang menjadi bagian dari rantai nilai daur ulang. Saat ini, terdapat lebih dari lima juta orang di Indonesia bisa terlibat dalam hal ini.

Anda juga bisa turut serta bersama masyarakat, terutama anak muda yang punya kepedulian mengenai isu sampah plastik dan punya keinginan untuk bertindak secara nyata dalam mengurangi jumlah sampah plastik.

Sebuah penelitian dalam European Journal of Social Psychology menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu selama 21 hari untuk mengubah perilaku atau kebiasaan seseorang. Karena itu, mulai sekarang, Anda bisa aktif berpartisipasi mengurangi penggunaan plastik beserta produk turunannya.

Bertepatan dengan momen peringatan Hari Bumi, @natgeoindonesia bersama @sehataqua melalui gerakan @sayapilihbumi ingin mengajak Anda ikut berkontribusi dengan mengikuti tantangan #21HariLindungiAlam pada 22 April - 12 Mei 2021.

Kampanye #21HariLindungiAlam dapat diikuti dengan lima langkah mudah.

Pertama, ikuti akun Instagram @sehataqua, @sayapilihbumi, dan @natgeoindonesia.

Kedua, Anda perlu mengunggah ulang (repost) atas materi yang diunggah oleh @sayapilihbumi dan mention tiga orang teman Anda.

Ketiga, Anda harus mengunggah foto selama 21 hari melalui Instagram Stories dengan tagar #21HariLindungiAlam, #sayapilihbumi, dan #bijakberplastik. Mention pula unggahan tersebut ke akun @sayapilihbumi, @natgeoindonesia, dan @sehataqua.

Keempat, foto yang diunggah ke Instagram harus sesuai dengan tema per hari yang ditentukan dan dibuat sebagai highlight story pada akun masing-masing.

Terakhir, akun Instagram tidak boleh dikunci (private).

Mari saling menginspirasi dan raih kesempatan mendapatkan hadiah utama total Rp 9 juta untuk tiga pemenang. Selain itu, terdapat pula hadiah mingguan berupa uang elektronik Rp 150.000 dan bingkisan untuk tujuh orang pemenang di setiap minggunya.

Yuk ikuti tantangan #21HariLindungiAlam melalui bit.ly/21HariLindungiAlam.