Advertorial

Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan ExxonMobil untuk Kembangkan Teknologi Rendah Carbon

Kompas.com - 12/05/2021, 15:46 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.

Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina adalah mengembangkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di sumur-sumur migas.

Dengan adanya CCS dan CCUS, emisi karbon dalam proses produksi migas dapat ditekan.

Pertamina menjajaki kerja sama dengan ExxonMobil dalam hal riset dan pengembangan teknologi tersebut di sektor hulu dan hilir, produksi energi terbarukan, serta potensi bisnis lainnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, rencana kerja sama dengan ExxonMobil dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo melakukan transformasi bisnis ke arah green economy yang berfokus pada energi baru dan terbarukan.

“Pada rencana kerja sama ini, Pertamina bersama dengan ExxonMobil akan melakukan kajian dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon untuk mencapai emisi net-zero dalam mempromosikan global climate goals,” jelas Nicke dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Sebagai informasi, teknologi CCS diaplikasikan melalui proses CO2 injection kedalam lapisan subsurface pada wilayah kerja pertamina dengan cadangan yang telah menipis. Selain itu, dengan mengkaji potensi skema penggabungan beberapa sumber karbon yang dihubungkan, kemudian secara bersama diinjeksikan ke lapangan hulu tertentu.

Aplikasi teknologi ini dapat diterapkan pada produksi blue hydrogen dengan penangkapan karbon yang dikombinasikan teknologi CCS.

Sementara itu, CCUS adalah pemanfaatan CO2 yang akan diubah menjadi produk bernilai tambah. Penerapan teknologi ini dapat dilakukan di industri hulu dan hilir migas.

"Implementasi teknologi carbon capture ini merupakan bagian dari delapan agenda green energy transition Pertamina yang akan menjamin keberlanjutan bisnis di masa depan," kata Nicke.

Selain penjajakan kerja sama dengan ExxonMobil, saat ini Pertamina dan Pemerintah Jepang sedang melakukan kerja sama studi CO2 injection di lapangan eksplorasi Gundih dan Sukowati.

Studi dilakukan dengan menggandeng beberapa partner.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau