Advertorial

Pertamina: Penyaluran BBM dan Gas Sepanjang Libur Lebaran Lancar

Kompas.com - 21/05/2021, 12:52 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melaporkan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di seluruh wilayah Indonesia selama puncak Lebaran berjalan aman dan lancar.

Hal tersebut berkat tim Satuan Tugas Ramadhan Idul Fitri (Satgas Rafi) yang dibentuk Pertamina. Tim Satgas ini bekerja sejak 26 April hingga 31 Mei 2021.

Pejabat sementara (Pjs) Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, satgas yang dibentuk di seluruh lini bisnis Pertamina itu mampu mendistribusikan, melayani kebutuhan BBM dan gas, sekaligus mengedukasi masyarakat dalam penggunaan energi.

"Penyaluran energi selama masa puncak Lebaran didukung oleh ketersediaan pasokan yang aman dengan ketahanan antara 16 sampai 73 hari dengan produksi kilang mencapai 857,3 million barrel stream per day (MBSD),” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (21/5/2021).

Fajriyah menjelaskan, kelancaran distribusi energi dicapai dengan moda transportasi energi yang andal. Salah satunya melalui subholding shipping yang dapat mengoperasikan kapal sebanyak 255 unit kapal.

Sepanjang periode kerja Satgas Rafi, Pertamina menjalankan Program Langit Biru yang telah berjalan sejak 2020 untuk mengedukasi konsumen.

Selain itu, Pertamina pun memberikan harga khusus bagi produk BBM unggulan melalui program Berkah Ramadhan.

Untuk meningkatkan pelayanan, lanjut Fajriyah, melalui subholding commercial and trading, Pertamina menawarkan program beli Bright Gas #DiRumahAja, Program Tukar Tabung #KeBrightGasAja, dan promo pembelian pelumas.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat dan juga seluruh stakeholder atas dukungannya kepada Pertamina sehingga distribusi BBM dan gas selama masa Lebaran berjalan lancar dan dapat terpenuhi dengan baik," kata Fajriyah.

Realisasi penyaluran BBM dan gas

Berdasarkan data Satgas Rafi per 16 Mei 2021, realisasi penyaluran gasoline (bensin) sebesar 91,1 ribu kilo liter (KL) per hari. Artinya, terjadi peningkatan 8 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal sebesar 84,1 ribu KL per hari.

Adapun puncak permintaan BBM terjadi pada 11-12 Mei 2021 dengan konsumsi terbesar adalah Pertalite yang mencapai 70 persen dari total realisasi gasoline.

Berbeda dengan gasoline, konsumsi gasoil (solar) terjadi penurunan hingga 10 persen dari rata-rata penyaluran harian normal sebesar 38,5 ribu KL menjadi 34,3 ribu KL per hari.

Selain itu, penurunan penyaluran juga terjadi pada avtur. Penyaluran BBM jenis ini turun 25,6 persen dari rata-rata normal harian 6,5 ribu KL per hari menjadi 4,9 ribu KL per hari.

Sementara itu, untuk produk gas, peningkatan konsumsi terjadi pada liquefied petroleum gas (LPG) sebesar 27,5 ribu metrik ton (MT) atau naik 6,3 persen dari penyaluran normal sebesar 25,8 ribu MT.

Di sisi lain, penyaluran gas nasional sebesar 590 billion british thermal unit per day (BBTUD). Dalam hal ini, layanan jaringan gas rumah tangga naik 10 persen sampai 12 persen dengan volume sebesar 8 juta sampai 8,5 juta meter kubik per hari dalam pemakaian selama masa Ramadhan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau