Advertorial

Cerita Dokter Baznas Melayani Masyarakat di Pedalaman Sulawesi

Kompas.com - 26/05/2021, 19:25 WIB
Tim Baznas saat di pedalaman Sulawesi Dok. Humas BaznasTim Baznas saat di pedalaman Sulawesi

KOMPAS.com – Jaringan telekomunikasi, listrik, dan bahasa adalah tiga hal yang terpikir akan menjadi kendala saat Kepala Klinik Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong, dr Kaslan menginjakkan kaki di Desa Lombok Barat.

Nama desanya memang Lombok Barat, tapi jangan terkecoh dan menganggapnya berada di Nusa Tenggara Barat.

Desa yang dimaksud terletak di pegunungan dan berjarak 222 kilometer dari Ibu Kota Sulawesi Tengah, Palu.

Sementara dari pusat pemerintahan Parigi Moutong, jaraknya mencapai 174 kilometer. Bisa dibayangkan bagaimana jauhnya desa ini, selain lokasinya yang sulit diakses lantaran berada di kawasan terpencil. Listrik dan jaringan telepon selular pun belum masuk ke daerah itu.

"Hal pertama yang terpikirkan ketika akan ke sini adalah jaringan telekomunikasi, listrik, jalur, cuaca, dan bahasa. Beberapa kali saya menyusuri wilayah pedalaman di Sulawesi maupun di Papua pasti hal-hal seperti ini yang sering dipikirkan pertama kali," ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (26/5/2021).

Kaslan beserta tim dari Rumah Sehat Baznas tiba di sana pada Sabtu (22/5/2021). Tujuan kedatangannya adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan warga setempat. Kedatangan mereka disambut hangat oleh warga yang sudah menunggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Di) sekeliling kami sudah menunggu anak-anak, orang tua dan bayi di teras rumah bidan desa, Kak Elis. Kami pun mulai bercengkrama dengan mereka walaupun dengan bahasa yang lebih banyak tidak kami pahami, tapi dengan bahasa tubuh, kami melihat mereka sangat senang dan antusias dengan kehadiran kami," ujarnya.

Bukan perkara mudah untuk tim Baznas melakukan pemeriksaan kesehatan di sana. Untuk urusan komunikasi saja, mereka harus menggunakan penerjemah untuk memahami maksud dan keluhan penyakit yang diderita.

Namun, hal itu tak jadi persoalan berarti jika melihat antusiasme warga yang ingin memeriksakan kesehatannya. Warga yang terdiri dari lansia, ibu hamil, orang dewasa, balita, dan bayi sudah menunggu kedatangan tim Baznas sejak pagi.

Senyum tetap merekah di wajah mereka meski lama menunggu. Tak sedikit dari mereka yang baru bisa diperiksa sejak pukul 15.00 WITA. Tim Baznas pun dengan senang hati memberi layanan kesehatan kepada warga sekitar.

"Menjelang magrib, kami bersilaturahmi dengan masyarakat yang berada di sekitar masjid dan mengajak anak-anak untuk bersama-bersama ke masjid untuk salat magrib dan isya,” sambungnya.

Antusias mereka, kata dia, sungguh luar biasa. Masjid saat itu dipenuhi oleh anak-anak dan pada kesempatan tersebut, tim Baznas mengajak mereka semua untuk datang ke tempat bidan.

“Kami ajak besok pagi karena kami akan memberikan hadiah kepada mereka," kata dr Kaslan.

Keesokan harinya, dr Kaslan dan tim Baznas dibuat terkejut dengan kedatangan sekitar 50 anak-anak sejak pagi hari.

Rupanya, kabar diberi hadiah sudah tersebar. Ini membuat para anak tak sabar menunggu. Lantas. mereka pun diberi hadiah berupa sikat gigi dan pasta gigi.

 
"Kami mengajari mereka menyikat gigi yang baik dan benar. Masing-masing (dari mereka), kami berikan sikat gigi dan pasta gigi, lalu bersama-sama belajar menyikat gigi. Setelah kami anggap mereka bisa melakukannya, satu persatu anak-anak ini dibersihkan kukunya, dan diajari mencuci tangan hingga mereka pun bisa dan paham pentingnya kebersihan diri," kata dr Kaslan.

Saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba datang warga dari gunung seberang berbondong-bondong ingin diperiksakan kesehatannya.

Kabar kedatangan tim Baznas yang mengadakan aksi layanan kemanusiaan rupanya telah tersebar ke desa sebelah. Mereka pun tidak melewatkan kesempatan itu.

"Bahkan, ada yang berjalan kaki berkilo-kilo meter dari gunung seberang untuk datang berobat, dalam kondisi hujan, ibu-ibu menggendong bayinya untuk datang kepada kami. Seketika, tempat kami dibanjiri oleh masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan," ujar dr Kaslan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan itu akhirnya berlangsung lancar hingga selesai. Warga setempat menyambut baik kedatangan tim Baznas yang telah memberi layanan kesehatan di tempat mereka.

Banyak masyarakat merasa terbantu dan telah diedukasi terkait pola hidup sehat dan bersih. Tim Baznas pun bersyukur mampu menjalankan amanah dengan baik.

"Suatu kehormatan yang luar biasa, kami bisa diterima dengan sangat baik di tempat ini. Banyak pelajaran berharga yang kami petik dari kesempatan selama dua hari ini," ujar dr Kaslan.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan, MA, menyebut aksi yang dilakukan tersebut sebagai pendekatan humanis.

Tujuannya mulia, yakni membantu masyarakat setempat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.

Menurut Saidah, masyarakat setempat masih memegang erat aturan adat istiadat leluhur. Lalu, dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi dan agama, serta pendekatan-pendekakatan yang lebih humanis, diharapkan permasalahan itu bisa terselesaikan dengan baik.

Saidah juga mengapresiasi dedikasi dan perjuangan tim Rumah Sehat Baznas yang telah membantu masyarakat di mana pun berada, termasuk di lokasi terpencil.

"Melalui Rumah Sehat Baznas, kami berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh mustahik, termasuk di daerah bencana maupun terpencil. Hal ini (dilakukan) demi menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang," katanya.

Selain aktif dalam mengadakan pelayanan pengobatan gratis, Rumah Sehat Baznas juga intens mengadakan berbagai aksi sosial lainnya, seperti khitanan massal, penyuluhan ibu hamil, pemberian makanan tambahan untuk balita, penyaluran air bersih dan wastafel ke berbagai daerah, program hidup bersih sehat, operasi katarak gratis, dan aksi sosial lainnya.

Berbagai aksi positif tersebut ditujukan bagi kalangan yang kurang mampu atau mereka yang kerap mengalami kesulitan ketika ingin berobat.

Di masa pandemi Covid-19 dalam setahun terakhir ini, Rumah Sehat Baznas juga sering mengadakan pembagian masker dan alat kebersihan diri, serta program swab antigen gratis guna mencegah penularan virus.

"Saat ini, Rumah Sehat Baznas tersebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Makassar, Pangkalpinang, Parigi Moutong. Selanjutnya Rumah Sehat Baznas juga akan dibuka di Palu, Berau, dan Papua," kata Saidah.

Saidah juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah memercayakan dana zakat, infak, dan sedekahnya (ZIS) melalui Baznas untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk lewat berbagai lembaga program yang dimiliki Baznas, termasuk Rumah Sehat Baznas yang fokus ke bidang kesehatan.

"Terima kasih kepada para muzaki yang saling membantu hingga kita bersama bisa saling menjaga dalam masa-masa sulit. Melalui dana ZIS yang disalurkan, Baznas berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pandang bulu," ujar Saidah.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.