Advertorial

Sebelum Lakukan Perjalanan Dinas, Menko PMK Muhadjir Effendy Tinjau Penggunaan GeNose C19 di Stasiun Gambir

Kompas.com - 28/05/2021, 15:43 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Kamis (27/5/2021).

Tinjauan tersebut dilakukan sebelum ia berangkat menuju Purwokerto untuk lawatan dinas menggunakan kereta.

Pada kesempatan itu, Muhadjir menyempatkan untuk mencoba langsung pemeriksaan GeNose C19. Ia juga melihat proses kerja, ketertiban antrean, dan suasana pemeriksaan di stasiun tersebut.

“Dalam rangka kunjungan kerja ke Purwokerto dan Cilacap, saya meninjau pelaksanaan GeNose C19 di Stasiun Gambir. Secara keseluruhan, layanan pemeriksaan dengan GeNose C19 sudah berjalan dengan sangat baik,” ujar Muhadjir dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (28/5/2021).

Ia juga mengapresiasi pemeriksaan GeNose C19 sebagai salah satu karya anak bangsa yang bisa digunakan dengan baik dan cepat untuk screening Covid-19.

Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat, layanan pemeriksaan GeNose C19 merupakan salah satu metode screening cepat Covid-19 favorit pelanggan kereta api jarak jauh(KAJJ).

Sejak dibuka pada 5 Februari hingga 27 Mei 2021, KAI telah melayani 1 juta peserta skrining GeNose C19 di stasiun.

Adapun saat ini, 63 stasiun di Pulau Jawa dan Sumatera telah melayani pemeriksaan GeNose C19. Penumpang yang ingin memakai fasilitas ini dikenakan biaya seharga Rp 30.000.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Haryanto mengucapkan terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan oleh Menko PMK terkait layanan pemeriksaan GeNose C19 di moda transportasi kereta api.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Muhadjir yang telah memercayakan kepada KAI untuk melayani perjalanan dinas beliau,” tambahnya.

Didiek juga mengatakan, pihak KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Adapun dalam perjalanan dinas tersebut, Muhadjir Effendy menggunakan Kereta Luxury 2 yang dirangkaikan dengan Kereta Api (KA) Gajayana. Kereta yang ditumpanginya berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.10 WIB menuju Stasiun Purwokerto dengan jadwal kedatangan pukul 23.07 WIB.

Untuk diketahui, Kereta Luxury 2 merupakan kereta jenis sleeper dengan kapasitas 26 tempat duduk.

Berbagai fasilitas yang ditawarkan Kereta Luxury 2 juga sudah serupa dengan fasilitas pesawat kelas bisnis. Fasilitas tersebut di antaranya adalah kursi yang dapat direbahkan hingga 140 derajat secara elektrik, kursi yang bisa diputar 180 derajat, sandaran kaki elektrik, dan televisi.

Tak hanya itu, kereta tersebut juga dilengkapi fasilitas universal serial bus (USB) charging power source, foldable food tray, selimut, handuk wajah, train attendance button, dan lampu baca.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau