Advertorial

Pertamina Gandeng MES dan BSI Percepat Pembangunan Pertashop untuk Kemandirian Pesantren

Kompas.com - 05/06/2021, 13:46 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus melakukan percepatan dalam pembangunan Pertamina Shop (Pertashop). Tujuannya, untuk mewujudkan kemandirian pesantren dan melakukan kerja sama dengan perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Melalui kerja sama kemitraan tersebut, Pertamina dan MES akan melakukan pengembangan bisnis Pertashop serta fasilitas pembiayaan di lingkungan MES.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi, Pertamina akan memanfaatkan jaringan pesantren yang berada di lingkungan MES untuk memperluas jaringan distribusi energi melalui pembangunan 1.000 unit Pertashop.

Dalam rangka memudahkan pembiayaan, MES menggandeng Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai pihak yang akan membantu memberikan pembiayaan melalui fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan investasi, dan pemberian fasilitas perbankan lainnya.

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) MES Iggi Haruman Achsien dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), KH Ma’ruf Amin serta Ketua MES Erick Thohir di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Nicke menjelaskan bahwa Pertamina telah membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk pembangunan Pertashop.

Kehadiran Pertashop, imbuh Nicke, diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan akses bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan, yakni Pertamax, dengan harga yang sama seperti di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sebelumnya, Pertamina juga telah membangun Pertashop di beberapa pesantren.

Lebih lanjut, kata Nicke, kehadiran Pertashop di pesantren yang berada dalam jaringan MES, kata Nicke, merupakan bentuk komitmen Pertamina sebagai BUMN dalam pemerataan energi berkualitas dan menggerakkan perekonomian nasional.

“Kerja sama ini dapat menggerakkan ekonomi, mulai dari tingkat desa melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pemberdayaan masyarakat kecil dengan investasi yang terjangkau,” kata Nicke dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/6/2021).

Sebagai bentuk optimalisasi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Pertashop, tambahnya, Pertamina juga bersinergi dengan BUMN lain dalam proses produksi fabrikasi modular bersama dengan sejumlah pabrikan swasta.

“Kerja sama itu menjadi langkah pasti Pertamina dalam memenuhi energi hingga ke level pedesaan, menggerakkan ekonomi daerah, mendorong masyarakat untuk menjadi entrepreneur, serta mengedukasi masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan,” imbuh Nicke.

Sementara itu, Sekjen MES Iggi menyambut positif kerja sama dengan Pertamina sebagai salah satu perusahaan negara yang peduli pada pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Pertashop akan menjadi program inklusif yang memberikan dampak parsial bagi penguatan dan kemandirian ekonomi pondok pesantren.

“Kami dari MES menyambut baik program ini. Kehadiran Pertahsop menjadi angin segar bagi ekosistem ekonomi pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat. Kami berharap, Pertashop membawa manfaat secara parsial tidak hanya bagi pondok pesantren, tapi juga untuk masyarakat desa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Hery juga menyampaikan dukungannya sebagai lembaga perbankan berbasis sistem syariah.

BSI berkomitmen mendukung kemandirian pesantren melalui pemberian pembiayaan KUR atau pembiayaan modal kerja dan investasi untuk pendirian Pertashop serta jasa produk lain yang mendukung operasional Pertashop.

Melalui jaringan BSI yang tersebar di seluruh indonesia, produk dan jasa perbankan itu dapat diakses secara inklusi oleh berbagai segmen termasuk pesantren.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau