Advertorial

Yuk Jaga Kebersihan Diri, Ketahui Jenis-jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 08/06/2021, 13:51 WIB

KOMPAS.com – Kesehatan kulit dapat terganggu oleh infeksi yang disebabkan organisme jamur atau fungus. Infeksi ini dapat muncul pada berbagai area tubuh.

Adapun berbagai jenis infeksi jamur kulit yang paling umum adalah kutu air, kadas, kurap, dan infeksi jamur pada kuku hingga selangkangan.

Infeksi jamur dapat memicu munculnya ruam kemerahan yang dapat tersebar di area kulit. Secara umum, ciri-ciri ruam yang disebabkan oleh jamur kulit adalah warnanya yang lebih gelap di area tepi, penebalan ruam di area yang terinfeksi, dan ruam berwarna keputihan.

Area yang terinfeksi jamur dapat terasa kering, gatal, basah atau timbul cairan, beraroma tak sedap, dan muncul sensasi terbakar.

Apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi, infeksi jamur akan semakin parah dan dapat mengakibatkan peradangan kulit. Berikut Kompas.com rangkum jenis-jenis infeksi jamur pada kulit dan cara mengatasinya.

Kutu air (athlete’s foot)

Kutu air atau disebut tinea pedis kerap menginfeksi kaki. Jamur jenis ini biasa tumbuh di tempat yang hangat dan lembap, seperti sepatu, kaus kaki, kolam renang, ruang ganti kolam renang, serta kamar mandi umum.

Pada umumnya, jamur tumbuh secara masif saat cuaca panas dan lembap. Kutu air kerap dialami oleh mereka yang mengenakan sepatu ketat, tidak mengganti kaos kaki yang basah, dan sering menggunakan kamar mandi umum maupun kolam renang.

Cara mengatasi kutu air cukup mudah. Anda bisa menggunakan obat jamur kulit yang mengandung klotrimazol untuk diaplikasikan pada kulit yang terinfeksi.

Jika infeksi semakin parah, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis, penanganan yang tepat, serta resep obat.

Selain itu, jangan lupa memastikan kondisi kaki selalu dalam keadaan bersih dan kering.

Jamur di selangkangan (jock itch)

Jock itch yang dikenal dengan istilah tinea cruris disebabkan oleh jamur kulit dermatofit. Jamur tipe ini menyukai tempat hangat dan lembap, seperti area genital, lipatan paha bagian dalam, dan bokong.

Infeksi jamur di selangkangan sering dialami seseorang pada saat cuaca panas, hangat, serta lembap. Gejala jock itch meliputi ruam merah, gatal, dan ruam yang berbentuk seperti cincin.

Untuk mengatasi jamur di selangkangan, Anda cukup menjaga area yang terinfeksi tetap bersih dan kering.

Jika infeksi yang ditimbulkan semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Selain itu, pastikan Anda selalu mencuci dan mengeringkan area yang terinfeksi jamur dengan handuk bersih.

Gunakan pula obat antijamur yang mengandung klotrimazol untuk mengatasi infeksi jamur ini dan rutin mengganti pakaian setiap hari, terutama pakaian dalam.

Kadas atau kurap (ringworm)

Nama ringworm berasal dari bentuk ruam akibat infeksi jamur kulit yang bentuknya seperti cincin dengan tepian berlekuk-lekuk mirip cacing. Di Indonesia, infeksi jamur itu disebut kadas atau kurap.

Adapun kadas atau kurap bisa ditularkan lewat kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi jamur ini. Selain itu, bisa pula melalui pakaian atau benda-benda yang digunakan bersama.

Kadas atau kurap bisa ditularkan lewat kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi jamur ini. Selain itu, bisa pula melalui pakaian atau benda-benda yang digunakan bersama.

Saat cuaca panas dan lembap, kadas atau kurap bisa cepat menyebar serta menimbulkan rasa perih yang ditandai kondisi kulit seperti bersisik.

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi kadas atau kurap adalah menggunakan obat antijamur yang mengandung klotrimazol.

Obat jamur tersebut tersedia dalam bentuk krim yang bisa diaplikasikan pada permukaan kulit yang terinfeksi.

Jika infeksi yang ditimbulkan semakin parah, dibutuhkan obat dengan resep khusus dari dokter untuk diaplikasikan di kulit atau diminum.

Infeksi jamur kuku (onikomikosis)

Infeksi jamur juga bisa disebabkan oleh jamur dermatofita yang menyerang bagian kuku. Adapun gejala yang menyertai infeksi jamur kuku adalah garis putih atau kuning pada kuku, kuku menebal, kasar, dan rapuh.

Tak hanya itu, gejala lainnya adalah kuku tidak tampak mengilap, tidak rata, mengeras, dan berubah bentuk.

Penyebab umum infeksi jamur kuku ialah mengenakan sepatu yang sudah lama, memakai kaos kaki yang lembap karena keringat, atau berjalan telanjang kaki di area publik, seperti kolam renang atau ruang ganti.

Untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, Anda bisa menggunakan krim antijamur yang mengandung klotrimazol. Zat ini dinilai ampuh untuk meredakan dan menyembuhkan gejala.

Setelah menggunakan krim antijamur, rasa gatal yang biasanya muncul akan segera hilang. Hal ini terjadi pada minggu pertama setelah pengobatan dilakukan.

Namun, jika infeksi terasa lebih parah, Anda membutuhkan obat dengan resep khusus dari dokter untuk diaplikasikan di kulit atau diminum.

Nah, itulah beberapa jenis penyakit kulit dan cara mengatasinya. Agar infeksi jamur teratasi secara tepat, Anda bisa memercayakan pada Canesten. Salep ini memiliki kandungan klotrimazol 1 persen yang dikenal sebagai obat antijamur.

Canesten adalah obat antijamur produksi Bayer yang telah dipercaya selama lebih dari 45 tahun untuk mengatasi infeksi jamur kulit di seluruh dunia.

Oleskan krim Canesten secukupnya pada daerah kulit yang terinfeksi sebanyak uda sampai tiga kali sehari. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, kunjungi website Canesten.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau