Advertorial

Satria Muda Pertamina Raih Gelar Juara IBL 2021

Kompas.com - 08/06/2021, 14:26 WIB

KOMPAS.com - Satria Muda Pertamina berhasil meraih gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2021 setelah mengalahkan Pelita Jaya Bakrie dengan skor 68-60 di pertandingan final.

Kemenangan tersebut mengantarkan Satria Muda Pertamina meraih gelar ke-11 di ajang IBL.

Sepanjang pertandingan, kedua tim menampilkan permainan yang ketat dan menghibur. Satria Muda Pertamina mampu mengungguli Pelita Jaya Bakrie melalui permainan yang padu pada paruh kedua pertandingan.

Untuk diketahui, pertandingan final IBL 2021 turut disaksikan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pejabat sementara (Pjs) Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, sejak menjalin kerja sama dengan Pertamina pada 2016, Satria Muda terus menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Bahkan, Satria Muda Pertamina meraih juara selama empat musim berturut-turut dari musim 2018 hingga 2021.

“Dukungan Pertamina terhadap Satria Muda merupakan bagian dari upaya memajukan olahraga basket di Tanah Air. Dengan majunya olahraga basket, kami berharap akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/6/2021).

Sebagai informasi, gelar juara IBL Pertamax 2021 menjadi gelar perdana bagi pelatih Satria Muda Pertamina asal Serbia, Milos Pejic.

Selain gelar juara, point guard Satria Muda Pertamina, Hardianus Lakudu, berhasil meraih gelar individual Most Valuable Player (MVP) Final IBL 2021. Penghargaan tersebut merupakan buah dari permainan konsisten dan impresif selama rangkaian pertandingan final.

Hardianus meraih gelar individual MVP Final IBL 2021.DOK. Pertamina Hardianus meraih gelar individual MVP Final IBL 2021.

Selepas final, para pemain akan diliburkan sejenak sebelum memulai persiapan musim 2022. Sementara, beberapa pemain akan langsung bergabung dengan tim nasional (timnas) Indonesia untuk pemusatan latihan menjelang kualifikasi Piala Asia 2021.

“Pertamina senantiasa mendukung pembinaan para atlet nasional serta terus mendorong kiprahnya untuk berprestasi di berbagai event dunia,” ujar Fajriyah.

Satria Muda sendiri merupakan klub basket yang berdiri pada 28 Oktober 1993. Tim yang berada di bawah naungan PT Indonesia Sport Venture ini mengusung slogan Juara Indonesia–Indonesia Juara.

Sejak awal dibentuk, Satria Muda berkomitmen untuk mencetak pemain-pemain basket berkarakter dan berprestasi. Terbukti, sejumlah pemain Satria Muda secara konsisten memperkuat timnas basket Indonesia dari tahun ke tahun.

Satria Muda turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menjuarai Southeast Asia Basketball Association (SEABA) Champions Cup pada 2008.

Selain itu, Satria Muda Pertamina juga turut aktif dalam mengembangkan olahraga bola basket nasional melalui pembinaan atlet basket sejak usia dini hingga tingkat profesional. Komitmen ini diwujudkan dengan mendirikan Indonesia Basketball Academy untuk anak-anak usia 7-18 tahun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau