Advertorial

Ingin Masyarakat Nikmati Bahan Bakar dengan Harga Terjangkau, Pertamina Resmikan 27 Titik BBM Satu Harga

Kompas.com - 10/06/2021, 13:19 WIB
Peresmian 27 titik penyalur BBM () Dok. PertaminaPeresmian 27 titik penyalur BBM ()

KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial and Trading PT Pertamina (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meresmikan secara serentak 27 titik lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Integrated Terminal Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/6/2021).

Seluruh lembaga penyalur BBM tersebut menjual Premium dan solar dengan harga yang sama seperti di kota-kota besar, meski terletak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Adapun peresmian 27 lembaga penyalur BBM tersebut merupakan bagian dari program BBM Satu Harga. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Program tersebut sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak 2017. Hingga akhir 2020, Pertamina sudah mengoperasikan sebanyak 243 titik penyaluran BBM Satu Harga yang tersebar di seluruh Indonesia.

Executive General Manager Regional Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan Freddy Anwar mengatakan, dengan resminya 27 titik penyaluran BBM tersebut, Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BPH Migas ingin mewujudkan keadilan energi untuk masyarakat.

“Melalui peresmian ini, kami kembali mewujudkan energi berkeadilan bagi saudara-saudara kita yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses untuk menikmati energi dengan harga yang terjangkau,” ujar Freddy dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (10/6/2021).

Sebagai pihak yang dipercaya untuk menangani program BBM Satu Harga, PT Pertamina Patra Niaga menargetkan pembangunan 76 titik BBM dapat diselesaikan pada 2021.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan 27 titik yang diresmikan, total lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar wilayah 3T kini berjumlah 270.

Adapun rincian lokasi 27 lembaga penyaluran BBM Satu Harga yang diresmikan adalah

satu titik di Provinsi Kepulauan Riau, tiga titik di Nusa Tenggara Barat, tujuh titik di Nusa Tenggara Timur, lima titik di Kalimantan Barat, dan satu titik di Kalimantan Utara.

Selanjutnya satu titik di Gorontalo, dua titik di Sulawesi Tengah, satu titik di Sulawesi Selatan, satu titik di Maluku, satu titik di Maluku Utara, dan empat titik di Papua.

“Harapannya, program BBM Satu Harga dapat mendukung pemerataan energi di seluruh negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat di daerah tersebut. Pertamina optimistis dapat merealisasikan 76 titik BBM Satu Harga pada akhir tahun nanti,” tambah Freddy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menjelaskan, BBM Satu Harga penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut, Fanshurullah mengatakan, berkat program tersebut, keadilan wilayah dan sosial yang berbasis energi bisa terwujud.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya difokuskan di pusat atau di kota besar saja, tetapi dimulai juga dari wilayah 3T agar terjadi pemerataan.

Realisasi BBM Satu Harga, kata Fanshurullah, merupakan komitmen dan bukti konkret pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mewujudkan keadilan energi.

“BPH bersama Pertamina sejak 2016 terus konsisten untuk mewujudkan BBM Satu harga agar sesuai dengan Undang-Undang (UU) Migas. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab, harga bahan bakar yang tadinya bisa mencapai Rp 40.000 kini sama (dengan di kota besar). Secara operasional ekonomi, pasti akan sangat berpengaruh,” jelas Fanshurullah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs H Ria Norsan, MM, MH, turut menyampaikan apresiasi atas beroperasinya 27 titik BBM Satu Harga yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini BPH Migas dan pelayanan Pertamina dalam memperhatikan masyarakat di wilayah 3T. Ini adalah bentuk perhatian kepada masyarakat dalam hal mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM yang diatur sehingga dapat terus dinikmati oleh masyarakat,” kata Ria Norsan.

Ia juga menginginkan keberadaan program BBM Satu Harga selalu diawasi secara ketat agar dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, BPH Migas, dan Pertamina, tambah Ria Norsan, harus berjalan dengan maksimal untuk memastikan manfaat BBM Satu Harga bisa dinikmati masyarakat.

“Kami ingin masyarakat di wilayah 3T dapat terus menikmati manfaat dari hadirnya BBM Satu Harga. Karena itu, setelah ini beroperasi, kami akan terus menjaga agar proses penyaluran dan memastikan ketersediaan energi di lembaga penyalur,” ujarnya.