Advertorial

Kebutuhan Mendesak di Akhir Bulan, Berikut Cara Menyiasatinya

Kompas.com - 11/06/2021, 18:40 WIB

KOMPAS.com – Belanja bulanan biasanya menjadi aktivitas rutin bagi sebagian besar orang. Selain untuk memenuhi kebutuhan, belanja juga bisa menjadi sumber kebahagiaan.

Umumnya, sebagian orang mengatur bujet dan daftar rincian belanja pada awal bulan setelah gajian. Hal ini membuat pos-pos pengeluaran menjadi lebih teratur dan dapat menjadi “rem” ketika tergoda membeli barang yang tidak diperlukan.

Namun, terkadang ada kebutuhan mendadak dan mendesak yang harus dibeli pada saat itu juga. Kebutuhan di luar bujet ini kerap membuat sebagian orang merasa kesulitan, terlebih jika harus membelinya di akhir bulan.

Tak jarang, seseorang memutuskan untuk berutang, baik melalui orang terdekat maupun bank, demi memenuhi kebutuhan mendesak.

Meski dapat menjadi solusi mudah dan cepat, utang berpotensi mengganggu stabilitas finansial. Terlebih, jika digunakan untuk keperluan konsumtif.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa menyiasatinya dengan beberapa cara berikut.

Hemat di awal bulan

Salah satu cara ampuh agar tetap memiliki uang cadangan pada akhir bulan adalah berhemat sejak awal bulan. Ketika awal bulan datang, utamakan untuk berbelanja kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Agar tidak berlebihan ketika belanja, kamu bisa membuat daftar kebutuhan sebelum pergi ke tempat perbelanjaan.

Buat urutan prioritas dalam daftar belanjaan dengan menuliskan barang-barang yang termasuk kebutuhan pokok di urutan awal.

Setelah itu, kamu bisa memasukkan barang-barang yang tidak terlalu mendesak dalam daftar belanjaan. Namun, pastikan bujet yang dimiliki masih mencukupi.

Hindari menyimpan uang tunai terlalu banyak

Menyimpan banyak uang tunai di dompet secara tidak langsung bisa membuat kamu ringan untuk mengeluarkannya. Alhasil, kamu bisa saja tidak memiliki cadangan uang di akhir bulan.

Untuk menghindari hal tersebut, usahakan membawa uang secukupnya sesuai dengan kisaran pengeluaran yang akan dibelanjakan. Dengan demikian, ketika ingin membeli sesuatu di luar rencana, kamu bisa berpikir terlebih dahulu apakah uang yang dimiliki cukup atau tidak.

Segera catat pengeluaran

Cara selanjutnya adalah sesegera mungkin mencatat pengeluaran yang baru saja dilakukan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui rincian besaran uang yang dibelanjakan dan barang yang dibeli.

Tidak hanya itu, mencatat pengeluaran juga dapat digunakan untuk melacak total dana yang dihabiskan dalam sebulan. Dengan begitu, kamu dapat menyesuaikan bujet bulanan.

Apabila realisasi belanja lebih rendah dari bujet awal, kamu bisa mengalokasikan sisa uang untuk pos dana darurat atau investasi. Namun, jika realisasi belanja lebih tinggi, kamu perlu menyusun ulang daftar belanjaan agar tidak melebihi bujet yang tersedia.

Manfaatkan diskon

Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran adalah dengan berbelanja di tempat yang menyediakan diskon. Saat ini, banyak tempat yang menghadirkan diskon belanja, bahkan pada akhir bulan.

Adapun salah satu marketplace yang selalu menghadirkan promo adalah Tokopedia. Pada promo Waktu Indonesia Belanja (WIB), misalnya, kamu bisa menikmati berbagai diskon barang yang menarik untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Menariknya, Promo WIB dimulai setiap tanggal 25 sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang mendesak di akhir bulan.

Tidak hanya itu, Tokopedia juga menghadirkan program WIB TV Show yang ditayangkan pada sejumlah stasiun televisi swasta. Dalam program itu, Tokopedia menghadirkan artis-artis ternama Indonesia.

Dengan berbagai penawaran menarik melalui Promo WIB di marketplace Tokopedia, kamu tidak perlu khawatir berbelanja walau di akhir bulan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau