Advertorial

Pertamina Pastikan Masyarakat Sekitar Tidak Terdampak Insiden Tangki di Kilang Cilacap

Kompas.com - 12/06/2021, 09:42 WIB

KOMPAS.com - Terkait insiden kebakaran pada salah satu area tangki atau bundwall di Kilang Cilacap, Pertamina memastikan kondisi masyarakat di sekitar kilang aman dan tidak terdampak.

Pada konferensi pers, Jumat (11/6/2021), Area Manager Communication, Relations, dan CSR Kilang Pertamina Cilacap Hatim Ilwan menyatakan bahwa lokasi area tangki yang terbakar berada jauh dari pemukiman warga.

"Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui,” ujar Hatim Ilwan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/6/2021).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman dalam kesempatan tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik dan khawatir.

Tim pemadam kebakaran Pertamina Cilacap, lanjutnya, secara profesional melakukan tugasnya. Syamsul juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina karena menangani insiden secara profesional.

“Kapan pun dibutuhkan, tim pemadam dari Kabupaten (Cilacap) juga siap diturunkan. Kami bersama TNI dan Polri siap membantu Pertamina sebagai obyek vital nasional,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menyatakan bahwa lokasi tangki yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya.

“(Lokasi) yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

AKBP Leganek mengatakan, kepolisian saat ini fokus pada pengamanan perimeter dan area sekitar kilang. Pihaknya juga menerjunkan personel untuk melakukan patroli agar warga menjauh dari titik kebakaran.

“Kami mendukung penanganan kejadian yang saat ini pada upaya pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” kata Kapolres.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, telah terjadi insiden kebakaran di salah satu area tangki Kilang Cilacap pada Jumat pukul 19.30 WIB. Hingga saat ini, pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah api timbul kembali.

Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan foam monitor untuk mengarahkan penyemprotan foam ke titik api. Sejumlah 50 tenaga pemadam kebakaran diturunkan untuk menangani kebakaran.

Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan sepertiga produk benzena atau sebanyak 1.100 barrel dari kapasitas tangki 3.000 barrel. Benzena adalah produk kilang yang merupakan bahan dasar untuk petrochemical, tidak terkait dengan produk bahan bakar minyak (BBM) atau liquefied petroleum gas (LPG).

Saat terjadi kebakaran, Kilang Cilacap juga masih dapat beroperasi normal. Pertamina pun memastikan pasokan BBM serta LPG tidak akan terganggu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau