Advertorial

Mengenal Berbagai Kemudahan dan Hambatan Akibat Perkembangan Teknologi terhadap Masyarakat Indonesia

Kompas.com - 12/06/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi internet, media sosial. ShutterstockIlustrasi internet, media sosial.

KOMPAS.com – Banyak orang menganggap bahwa literasi digital merupakan kecakapan dalam penggunaan internet dan media digital. Meski begitu, ada juga pandangan bahwa penguasaan teknologi adalah kecakapan yang paling utama.

Padahal, literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang tidak hanya menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi.

Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, tetapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.

Untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia, pemerintah pun meluncurkan Program Literasi Digital Nasional. Pada peluncuran beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.

“Saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti kesiapan-kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” ujar Jokowi dalam sambutannya pada peluncuran Program Literasi Digital Nasional, Kamis (20/5/2021).

Jokowi juga mengatakan bahwa literasi digital merupakan pekerjaan besar. Pemerintah pun tidak bisa bekerja sendirian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, lanjutnya, perlu adanya dukungan dari seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.

Ia juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional.

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Jokowi.

Dalam rangka mendukung Program Literasi Digital Nasional tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital.

Modul tersebut memiliki fokus pada empat tema besar, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Kominfo berharap, dengan adanya seri modul ini, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia digital secara baik, produktif, dan sesuai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Adapun sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan dalam ranah media digital dalam bentuk seri webinar  Indonesia #MakinCakapDigital yang menjangkau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Webinar  pertama dengan tema Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital” diselenggarakan, Jumat (11/6/2021). Webinar  tersebut ditujukan khusus bagi 14 Kabupaten/Kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Dalam webinar tersebut hadir narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM dan IAPA Novi Paramita Dewi, Dosen Universitas Negeri Makassar Citra Rosalyn Anwar, serta Ismita Saputri dan Rizki Ayu Febriana dari Kaizen Room.

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Citra Rosalyn Anwar mengawali pembahasan mengenai digital skills dengan topik “Cakap Digital untuk Pendidik dan Anak Didik”.

Citra memaparkan, pemahaman dasar keahlian dalam bermedia digital penting bagi kita. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui persebaran pengguna internet yang datang dari berbagai penjuru dunia, dengan ragam usia dan jumlah pengguna internet.

Melihat begitu banyak dan beragamnya pengguna internet, lanjutnya, maka tidak heran begitu banyak hoaks bertebaran.

“Kiat untuk melawan hoaks adalah dengan memverifikasi terlebih dulu data atau informasi yang telah kita terima, kemudian cek fakta dan data yang terjadi di lapangan, bisa dengan melakukan riset atau membaca dari sumber yang kredibel,”ujar Citra dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/6/2021).

Narasumber berikutnya ialah Ismita Putri yang mengangkat topik “Gerakan Nasional Literasi Digital” terkait digital ethics. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan manfaat, seperti mempermudah mendapat informasi secara online dan real time.

Menurutnya, internet juga memberikan beberapa kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai konten yang ada.

“Walau begitu, terdapat pula hambatan yang ditemukan dalam bermedia digital, di antaranya adalah kesulitan dalam menggunakan teknologi dan tidak adanya waktu untuk mempelajari teknologi secara lebih baik karena kesibukan kerja,” kata Ismita.

Di akhir penjelasannya, ia menegaskan kembali mengenai empat ruang lingkup etika, yaitu kesadaran, integritas, tanggung jawab, dan kebajikan.

Novi Paramita Dewi dengan topik “Budaya Bermedia Sosial” menjelaskan bahwa teknologi digital telah memungkinkan terbentuknya budaya yang lebih berjejaring, kolaboratif, dan partisipatif.

“Oleh karena itu, literasi digital dan pendidikan karakter amat diperlukan untuk memengaruhi cara berpikir masyarakat dalam memanfaatkan segala arus informasi yang diterapkan,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki nilai-nilai budaya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“(Masyarakat) tidak hanya mencontoh budaya dari luar saja dan dapat mempergunakan internet untuk pengembangan budaya nasional,” kata Novi.

Terkait digital safety, Rizki Ayu Febriana berbicara mengenai “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak didik di Era Digital”.

Ia mengingatkan bahwa maraknya aktivitas digital yang dilakukan mengharuskan masyarakat sebagai pengguna untuk peduli terhadap pentingnya memproteksi perangkat digital.

“Beberapa cara aman dalam berinternet adalah selalu log out setelah masuk ke akun media sosial, buat susunan password yang kuat dan aman, hanya membuka situs web yang tepercaya, hapus history penelusuran internet, dan meminimalkan penggunaan free WiFi, apalagi saat melakukan transaksi online,” ujar Rizki.

Dalam sesi pertanyaan, Ismita pun memberikan tips untuk generasi muda dalam mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri merupakan hal yang sangat penting.

Caranya dengan menyaring konten yang akan diakses atau hal yang ingin dibagikan ke orang lain.

Seri webinar  Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital. Kominfo pun berharap partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti seri tersebut.

Rangkaian webinar  tersebut akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021. Berbagai macam tema yang mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis sudah disiapkan.

Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.