Advertorial

Beli Mobil Saat Pandemi Boleh Saja Asalkan…

Kompas.com - 16/06/2021, 15:44 WIB

KOMPAS.com – Selama masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia, penggunaan kendaraan pribadi makin tinggi. Sebab, masyarakat lebih memilih mengendarai mobil atau motor pribadi dibandingkan menggunakan moda transportasi umum.

Dengan menggunakan kendaraan pribadi, mereka merasa lebih aman karena tidak perlu berbaur dengan orang yang tidak dikenal. Hal tersebut meminimalisasi penularan Covid-19.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai berpikir untuk memiliki atau memperbarui kendaraan pribadinya. Kabar bainya, Anda uang ingin memiliki mobil baru dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah mengenai penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Akan tetapi, jangan tergiur dengan fasilitas tersebut. Meskipun terkesan dapat membeli mobil dengan harga lebih murah, masih ada biaya lain-lain yang perlu Anda keluarkan. Karena itu, sebelum membeli mobil di masa pandemi, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut.

Lihat kembali uang tabungan

Di masa pandemi, ketidakpastian ekonomi masih mengancam masyarakat. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk membeli mobil, pastikan Anda yakin dapat memenuhi kebutuhan lain, seperti belanja bulanan, dana pendidikan anak, dan biaya hidup untuk sehari-hari.

Jika Anda hendak membeli mobil dengan sistem kredit, hitung terlebih dahulu berapa jumlah uang bersih yang Anda terima setiap bulannya dikurangi dengan biaya untuk kebutuhan primer. Setelah itu, hitung rencana biaya yang akan dipoting karena harus mencicil beli mobil.

Anda juga harus siap dengan biaya-biaya lain, seperti bahan bakar, biaya perawatan, serta pajak-pajak lain yang masih harus dibayarkan.

Dengan beragam kebutuhan yang harus Anda penuhi tersebut, coba lihat kondisi keuangan Anda. Jika mencukupi dan memiliki dana darurat, Anda bisa dengan tenang membeli mobil.

Pilih mobil sesuai kapasitas

Setelah mantap memutuskan untuk membeli mobil, pilihlah mobil dengan kapasitas yang Anda butuhkan. Misalnya, Anda yang belum berkeluarga, sebaiknya pilih mobil yang terbilang kompak dan hemat bahan bakar minyak (BBM).

City car bisa menjadi mobil yang tepat. Beberapa contohnya, Toyota Agya, Nissan March, Daihatsu Sirion, Suzuki Ignis, dan Suzuki Karimun Wagon.

Beda lagi jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak. Mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) merupakan pilihan yang tepat. Sebab, mobil jenis ini dikategorikan sebagai mobil keluarga yang memiliki ruang luas dan tetap irit bahan bakar. Contohnya, Daihatsu Sigra, Toyota Avanza, dan Suzuki Ertiga.

Cari penawaran terbaik

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk membeli mobil ialah mencari penawaran terbaik. Biasanya dealer akan menawarkan potongan uang muka atau down payment (DP), potongan angsuran, atau promo after sales, seperti gratis servis. Anda bisa memanfaatkan penawaran tersebut untuk mendapatkan harga mobil terbaik.

Membeli mobil saat ini sebenarnya tidak sulit. Terlebih, Anda juga bisa mendapatkannya lewat Tokopedia. Tokopedia memiliki fitur Official Store dari berbagai merek mobil ternama, seperti Suzuki, Honda, Wuling, dan Toyota. Dengan demikian, Anda dapat membeli mobil tanpa harus keluar rumah.

Bersihkan mobil saat datang

Akhirnya, mobil baru yang Anda beli tiba di rumah. Nah, sebelum mengemudikamnya, jangan lupa untuk membersihkan mobil dengan menyemprot disinfektan pada bagian dalam mobil. Jangan lupa juga untuk menyediakan hand sanitizer dan cairan disinfektan di dalam mobil.

Itulah empat tips membeli mobil di masa pandemi Covid-19. Semoga dengan cara tadi, Anda bisa mendapatkan mobil impian terbaik dan sesuai kebutuhan. Selamat berkendara!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau