Advertorial

Hadapi Era Industri 4.0, Masyarakat Wajib Perkuat Literasi Digital

Kompas.com - 23/06/2021, 21:51 WIB
Sekelompok anak muda bersantai sambil mengakses aplikasi media sosial Shutterstock/Art_PhotoSekelompok anak muda bersantai sambil mengakses aplikasi media sosial

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi digital di era industri 4.0 kian masif. Kondisi ini kian memberikan beragam manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya, menciptakan lapangan pekerjaan.

Praktisi pemasaran digital dan pendiri IStar Digital Marketing Center Isharshono SP mengatakan, era digital banyak menawarkan peluang karier. Contohnya, programmer, desainer, dan marketer.

“Apalagi, terdapat banyak sumber pembelajaran yang bisa dimanfaatkan masyarakat saat ini. Misalnya, kursus online, aplikasi latihan, dan perangkat lunak,” katanya dalam webinar “Membangun Kesadaran Teknologi Digital Sejak Dini” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Selasa (21/6/2021).

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber-sumber tersebut juga memiliki sisi kelam. Terlebih, jika ilmu yang didapat tidak digunakan secara bertanggung jawab.

“Pemanfaatan resource programming harus disertai dengan kecakapan literasi digital agar (kita) bisa menggunakannya secara baik dan benar,” imbuh Isharshono.

Adapun literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara bertanggung jawab untuk berbagai tujuan. Contohnya, untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, serta mengomunikasikan konten atau informasi, baik dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

Tingginya angka penetrasi internet di Indonesia dan meningkatnya aktivitas daring saat ini kian memperkuat urgensi penerapan budaya literasi digital di tengah masyarakat. Salah satunya, terkait etika digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Novi Paramita mengatakan, etika dalam kehidupan nyata sepatutnya juga diterapkan di ranah digital. Dengan begitu, internet bisa menjadi ruang yang aman serta nyaman untuk berinteraksi dan berkreasi.

“Internet akan menjadi ruang yang aman dan nyaman jika penggunanya paham etika digital. Sebaliknya, jika pengguna berperilaku tidak etis, seperti melakukan cyberbullying, internet menjadi ruang yang tidak produktif,” jelas Novi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Menghindarkan anak dari paparan negatif internet

Seperti diketahui, internet saat ini sukses menembus seluruh kelompok masyarakat, termasuk anak-anak. Di balik segudang manfaat yang diberikan, teknologi tersebut juga menyimpan potensi bahaya.

Guna menghindarkan anak dari dampak negatif internet, anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Alviko Ibnugroho mengingatkan orang dewasa untuk mengajarkan soal penggunaan internet yang bertanggung jawab kepada anak-anak.

“Jika anak senang berkreasi di internet, biarkan mereka melakukan hal tersebut. Namun, orang dewasa wajib memberikan arahan,” imbuhnya.

Selain mengajarkan penggunaan internet yang benar, orang dewasa juga perlu memproteksi perangkat digital milik anak.

“Orang dewasa harus memperhatikan aspek keselamatan anak yang disebabkan oleh penggunaan media digital, seperti bullying, perdagangan orang, pelecehan seksual, pornografi dan pedofilia, kekerasan dari game, serta kecanduan,” ujar Co-Founder Pitakonan Studio and Management sekaligus pegiat Literasi Komunitas Maryam Fithriati.

Maryam melanjutkan, orang dewasa juga harus mampu mengalihkan perhatian anak dari gawai untuk dapat mengembangkan kreativitas, kolaborasi, serta pola pikir dan sikap kritis dalam bermedia.

“Proteksi identitas dan data digital juga sangat penting karena penyedia platform digital belum menjamin adanya sistem perlindungan data yang aman,” tambahnya.

Sebagai informasi, webinar “Membangun Kesadaran Teknologi Digital Sejak Dini” merupakan bagian dari webinar Indonesia #MakinCakapDigital. Acara yang akan digelar secara berkala hingga akhir 2021 ini digagas oleh Kominfo bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi sebagai upaya menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital.

Seri Modul Literasi Digital sendiri menjadi bagian dari program Literasi Digital Nasional yang diinisiasi pemerintah untuk memperkuat kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi dan media digital secara komprehensif.

Ada empat tema besar yang diulas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Rangkaian webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka untuk umum. Peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut akan mendapatkan e-certificate. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.