Advertorial

Pengoptimalan Literasi Digital Kunci Percepatan Kemajuan Bangsa

Kompas.com - 26/06/2021, 13:33 WIB

KOMPAS.com – Tingkat literasi digital lndonesia terbilang masih rendah dibandingkan negara lain di dunia. Berdasarkan indeks World Digital Competitiveness 2020, posisi Indonesia berada di urutan 54 dari 65 negara.

Adapun penilaian tersebut ditentukan dari kemampuan negara dalam mengadopsi dan mengeksplorasi teknologi digital yang mengarah pada transformasi dalam praktik pemerintahan, model bisnis, dan masyarakat secara umum. 

Menurut Pemimpin Redaksi (Pemred) Channel9.id Mochamad Azis Nasution, rendahnya tingkat literasi di Indonesia disebabkan ketidakpahaman pengguna internet mengenai cara bermedia digital yang bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Azis dalam webinarLiterasi Digital Percepatan Kemajuan Bangsa” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Rabu (23/6/2021).

Ketidakpahaman itu, lanjut Azis, dibuktikan dari masih banyaknya konten negatif yang berseliweran dan tumbuh subur di internet.

“Contohnya, hoaks, ujaran kebencian, hate speech, bullying, praktik penipuan, dan kejahatan internet lainnya,” sebutnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Hal senada juga disampaikan anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Dr Bevaola Kusumasari, MSi. Ia mengatakan, masih banyak konten negatif yang berseliweran di internet. Contohnya, ujaran kebencian yang menimbulkan permusuhan dan kasus cyberbullying.

Karena itu, Bevaola menganggap penguatan literasi digital penting dilakukan. Terkait penyebaran konten negatif di ranah digital, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan internet untuk hal-hal positif.

“Misalnya, mengunggah konten yang bermuatan pendidikan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat,” katanya.

Tutor Kaizen Room Btari Kinayungan sepakat dengan hal tersebut. Ia mengatakan, pemahaman literasi digital akan meningkatkan nilai seseorang secara keseluruhan.

“Literasi digital membuat seseorang mampu untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Selain itu, memudahkan seseorang dalam memecahkan masalah, berkomunikasi dengan lancar, dan membuka peluang berkolaborasi dengan banyak orang,” terangnya.

Bahkan, lanjut Btari, teknologi digital mampu memberikan peluang untuk bertahan hidup lewat menjalan bisnis online jika digunakan dengan tepat.

Pada kesempatan yang sama, pendiri Gudang Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Online Yoga Regawa Indra mengatakan, terdapat banyak informasi dan pelatihan di internet yang dapat dijadikan bekal untuk membangun dan meningkatkan skill bisnis.

“Hal itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM offline yang ingin merambah jalur online. Segera ubah mindset dengan membuka toko online. Namun, pelaku usaha harus bisa mengambil risiko," katanya.

Aman bermedia digital

Seperti diketahui, di balik segudang manfaat yang ditawarkan, internet juga memiliki sisi mudarat. Dunia online banyak menyimpan potensi bahaya bagi penggunanya.

Karena itu, Btari kembali mengatakan, sosialisasi terkait literasi digital semakin perlu untuk ditingkatkan. Sebab, di dalamnya terdapat pembelajaran soal keamanan bermedia digital.

"Aspek digital safety (keamanan bermedia digital) menjadi sangat penting. Tujuannya, untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari potensi ancaman digital yang semakin beragam," jelasnya.

Btari menyebutkan, ada dua aspek keamanan yang mesti dilindungi masyarakat saat mengakses media digital, yaitu keamanan terkait identitas pribadi dan jejak digital.

Jejak digital tersebut termasuk unggahan yang berpotensi mencemarkan nama baik, merusak reputasi, dan menjadi pintu masuk kejahatan digital.

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena jejak digital, sebaiknya cek ulang unggahan dan penelusuran internet yang pernah dilakukan. Bila terdapat potensi merugikan, hapus jejak digital tersebut," katanya.

Sebagai informasi, webinar “Literasi Digital Percepatan Kemajuan Bangsa” merupakan bagian dari webinar Indonesia #MakinCakapDigital.

Acara yang akan digelar secara berkala hingga akhir 2021 tersebut digagas oleh Kominfo bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi sebagai upaya menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital.

Seri Modul Literasi Digital sendiri menjadi bagian dari program Literasi Digital Nasional yang diinisiasi pemerintah untuk memperkuat kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi dan media digital secara komprehensif.

Terdapat empat tema besar yang dibahas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Rangkaian webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka untuk umum. Peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut akan mendapatkan e-certificate. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau