Advertorial

Bank BJB Bangun Pola Kemitraan dengan Prinsip Tumbuh dan Berkembang Bersama

Kompas.com - 28/06/2021, 10:39 WIB
Ilustrasi teller Bank BJB melayani nasabah. Dok. Kompas.comIlustrasi teller Bank BJB melayani nasabah.

KOMPAS.com - Bank BJB berkomitmen untuk menjaga kemitraan dengan berbagai pihak melalui strategi penyaluran kredit. Kemitraan yang dijalin Banj BJB melibatkan pengusaha besar dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pola kemitraan yang ditawarkan Bank BJB memiliki prinsip saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan. Dengan demikian, keinginan untuk bertumbuh dan berkembang bersama bisa tercapai.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, Bank BJB sebagai pemberi modal usaha melakukan kerja sama dengan perusahaan mitra dalam hal penyaluran Kredit UMKM kepada mitra binaan mereka

Adapun perusahaan mitra bisa berupa perseroan terbatas, yayasan, koperasi, CV, Badan Usaha Milik Desa (BUMD), atau perorangan.

“Pola kemitraan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yang dapat bersinergi meningkatkan portofolio kredit UMKM,” kata Yuddy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Selain itu, lanjut Yuddy,kemitraan seperti itu juga dapat menciptakan ekosistem baru dalam penyaluran Kredit UMKM. Peluang pasar dan target market juga diperoleh UMKM dengan lebih efektif dan efisien.

Menurut Yuddy, perusahaan mitra akan berperan sebagai off taker yang menjamin pembelian produk mitra binaan dan pengendali kualitas produk yang dihasilkan mitra binaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan mitta, kata Yuddy, juga memiliki tugas menyediakan bahan dan sarana produksi mitra binaan serta sebagai penjamin kredit yang diajukan mitra binaan.

“Pembiayaan melalui pola kemitraan tersebut memberikan manfaat yang luas bagi keberlangsungan sebuah usaha. Sebut saja, harga barang yang stabil, kontinuitas supply dan kualitas barang yang terjaga, meningkatkan kesejahteraan petani, membuka akses keuangan, dan akses pasar hasil panen yang lebih luas,” ujarnya.

Yuddy menjelaskan, alur pembiayaan pola kemitraan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara bank dan perusahaan mitra. Kesepakatan itu tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani oleh kedua pihak.

Dalam alur pembiayaan tersebut, kemitraan menggunakan produk Divisi Kredit UMKM Bank BJB dengan berpedoman kepada empat manual produk yang berlaku, yaitu Kredit Mikro Utama, Kredit Usaha Rakyat, Kredit Usaha Kecil dan Menengah, serta Produk Kredit Divisi Kredit UMKM lainnya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.