Advertorial

KAI Imbau Masyarakat untuk Perketat Protokol Kesehatan pada Masa PPKM Darurat

Kompas.com - 02/07/2021, 20:21 WIB

KOMPAS.com – Menjelang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Vice President (VP) Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas, tetap di rumah, dan hanya keluar rumah atau bepergian untuk hal-hal yang penting atau sesuai persyaratan yang telah ditetapkan pada masa PPKM Darurat.

"KAI mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan pemerintah tersebut. Tujuannya, agar lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi saat ini dapat dihentikan," ujar Joni dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (7/2/2021).

Jika memang tetap harus bepergian dengan kereta api, KAI menyarankan masyarakat untuk menggunakan kereta api di luar jam sibuk.

“Atur kembali jadwal keberangkatan dan kepulangan Anda sehingga tetap dapat menggunakan kereta api dengan aman dan nyaman,” kata Joni.

Saat berada di stasiun, lanjutnya, pastikan rutin mencuci tangan dengan air dan sabun pada titik-titik yang sudah disediakan. Pengguna jasa kereta api juga diimbau untuk mematuhi titik antrean dan selalu menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

“Gunakan juga masker dua lapis dan selalu menggantinya setiap empat jam untuk lebih melindungi Anda dari penularan Covid-19,” ajak Joni.

Joni menambahkan, seluruh layanan KAI Group akan menerapkan protokol kesehatan secara tegas pada masa PPKM Darurat sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pelanggaran aturan nantinya juga akan dikenakan sanksi tegas.

"KAI akan dibantu aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penegakan aturan selama PPKM Darurat," ujarnya.

Pada masa PPKM Darurat, KAI juga melakukan penyesuaian persyaratan penggunaan dan pengoperasian perjalanan kereta api.

"Berbagai perubahan tersebut akan segera kami infokan ke masyarakat setelah semua selesai dibahas bersama para stakeholder," ujar Joni.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau