Advertorial

Wajib Dikunjungi Pasca-PPKM Darurat, Berikut 5 Destinasi Wisata Sejuk di Bantul

Kompas.com - 03/07/2021, 18:18 WIB

KOMPAS.com – Destinasi yang menawarkan kesejukan menjadi pilihan untuk berwisata di tengah masa pandemi.

Sebagai pilihan, Bantul, Yogyakarta bisa menjadi salah satu tujuan yang pas untuk rekreasi, berburu spot foto intagramable, dan konten YouTube.

Pasalnya, selain menjadi kawasan wisata yang ketat terhadap protokol kesehatan (prokos), Bantul menyajikan destinasi yang sejuk dan asri dengan rerimbunan pohon pinus khas pegunungan.

Jika tertarik ke Bantul pasca-PPKM darurat, berikut beberapa rekomendasi objek wisata yang wajib Anda kunjungi.

  1. Seribu Batu Songgo Langit dan Rumah Hobbit

Menjadi destinasi pilihan yang kerap dipilih wisatawan, Seribu Batu Songgo Langit menawarkan harga tiket yang hanya berkisar Rp 5.000.

Tidak hanya itu, destinasi tersebut juga menyajikan beragam spot foto dengan nuansa alam, dan aktivitas outdoor, seperti flying fox yang bertarif Rp 20.000.

Saat tiba di Seribu Batu, wisatawan bisa langsung mencoba jeep off road yang akan membawa wisatawan melintasi berbagai objek wisata dan pedesaan.

Adapun di bagian lembah, wisatawan bisa menikmati jalan-jalan di atas jembatan kayu memanjang dan berkelok, deretan rumah dari ranting, dan rumah hobbit yang bisa digunakan sebagai spot untuk berfoto.

Untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Seribu Batu Songgo Langit dan Rumah Hobbit, pengelola menawarkan glamour camping (glamping) dengan tarif Rp 500.000 per malam dan kedai kopi Notodamar.

  1. Hutan Pinus Sari dan Asri Mangunan

Tidak sampai satu kilometer (KM) dari Seribu Batu, tampak keindahan Hutan Pinus Sari dan Asri Mangunan dengan pohon pinusnya rapi dan menjulang.

Keindahan itu pula yang membuat hutan pinus banyak dijadikan sebagai lokasi syuting film, video clip, dan pre wedding.

Kesejukan dan hawa segar pegunungan yang ditawarkan hutan pinus menjadi daya tarik para wisatawan, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak heran, banyak wisatawan membawa hammock atau menyewa ke pengelola untuk bersantai dan meresapi semilir angin pegunungan.

Adapun tiket masuk Hutan Pinus Sari dan Asri Mangunan dibanderol dengan harga Rp 5.000 per orang.

Wisatawan bisa menikmati keindahan sunset dan sunrise dengan pemandangan Kota Yogyakarta dan Gunung Merapi.Dok. Pemkab Bantul Wisatawan bisa menikmati keindahan sunset dan sunrise dengan pemandangan Kota Yogyakarta dan Gunung Merapi.

  1. Bukit Lintang Sewu

Tidak berada jauh dari kawasan hutan pinus, wisata Bukit Lintang Sewu menjadi salah satu destinas favorit wisatawan.

Berbeda dengan destinasi wisata di kawasan Dlingo, Bukit Lintang Sewu merupakan wisata yang meawarkan hamparan hutan kayu putih dengan kesejukan dan hawa segar yang khas.

Selain itu, Bukit Lintang Sewu juga menawarkan berbagai spot foto bagi wisatawan, seperti bangunan rumah terbalik dengan latar foto langit biru, menara yang menempel di pohon, dan menara pandang berbentuk bintang.

Dengan menghadirkan pemandangan Kota Yogyakarta dan kemegahan Gunung Merapi, spot foto tersebut tentu dapat memanjakan pengunjung.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati keindahan sunset dan sunrise di tempat yang sama.

Pengunjung bisa menikmati beragam spot foto dan pemandangan indahnya Kota Yogyakarta pada malam hari di Pinus Pengger.Dok. Pemkab Bantul Pengunjung bisa menikmati beragam spot foto dan pemandangan indahnya Kota Yogyakarta pada malam hari di Pinus Pengger.

  1. Pinus Pengger

Wisata Puncak Pengger merupakan pilihan yang tepat untuk menikmati beragam spot foto pada sore menjelang malam hari.

Pertama, spot foto yang menjadi pilihan pengunjung adalah jalan setapak dengan hiasan lampu-lampu lilitan yang memanjang di pagar kanan dan kiri jalan.

Adapun jika datang sebelum petang ke puncak Pinus Pengger, wisatawan bisa menikmati sunset dan berburu spot foto di malam hari.

Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan jasa fotografi yang terdapat di setiap spot foto dengan harga Rp 4.000 per foto yang diambil.

Walau lebih asyik dikunjungi malam hari, bukan berarti destinasi wisata dengan tarif masuk Rp 5.000 tersebut kalah menarik di banding destinasi wisata lain. Kesejukan hutan pinus dan hawa segar Pinus Pengger bisa dinikmati sejak pukul 08.00 pagi.

  1. Puncak Becici

Sebagai destinasi wisata yang pernah dikunjungi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barack Obama, Puncak Becici menjadi tempat wisata yang masih berada dalam satu jalur di kawasan hutan pinus.

Destinasi wisata tersebut menyediakan beragam spot foto unik, camping ground, dan kawasan tracking bagi yang suka berpetualang.

Tidak hanya itu, pengunjung bisa menikmtai jeep off road yang memiliki rute ekstrem melintasi lembah dan perbukitan di kawasan hutan pinus.

Jika datang di sore hari, pengunjung dapat berburu sunset di puncak dan menikmati detik-detik matahari terbenam dengan mengabadikannya menggunakan kamera.

Puncak Becici juga menyajikan pertunjukan musik yang bisa wisatawan nikmati ketika petang sambil menyaksikan kerlip lampu kota di kejauhan. 

Tidak hanya menawarkan beragam tempat wisata yang asyik, kawasan wisata Bantul juga memiliki beragam kuliner yang lezat, salah satunya Resto Ayam Goreng Mbok Sum.

Resto tersebut menyajikan beragam olahan ayam kampung. Selain itu, wisatawan bisa pula berbelanja oleh-oleh Thiwul Ayu, kue tradisional berbahan tepung ketela yang tersedia dalam berbagai varian rasa.

Untuk diketahui, kawasan wisata Hutan Pinus Bantul berjarak 25 km dari pusat Kota Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Kawasan tersebut bisa ditempuh melalui Jalan Yogyakarta-Wonosari dan setelah objek wisata Bukti Bintang belok ke kanan.

Wisatawan juga bisa memilih rute Jalan Imogiri Timur dengan dua rute, yakni melewati Pleret dan Imogiri.

Nah, jika ingin menjelajahi lebih jauh tentang wisata Bantul, Anda bisa mengunduh aplikasi Jelajah Bantul melalui PlayStore.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan reservasi melalui aplikasi Visitingjogja dan aplikasi QUAT untuk pembayaran nontunai demi menimalisir kontak.

Jangan lupa selalu menerapkan prokes dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau