Advertorial

Literasi Media Digital Diperlukan agar Tidak Terpancing Judul Clickbait di Internet

Kompas.com - 06/07/2021, 17:37 WIB
Ilustrasi berselancar internet. DOK. PIXABAYIlustrasi berselancar internet.

KOMPAS.com – Media digital menjadi salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kemajuan digitalisasi. Ibarat dua sisi mata uang, media digital tidak hanya memberikan banyak manfaat, tetapi juga mempunyai sisi negatif.

Pasalnya, tak sedikit berita di internet yang mengandung informasi bohong atau hoaks dengan judul yang bersifat clickbait.

Oleh karena itu, pengguna media digital wajib mengetahui tentang netiket, yaitu tata cara dan tata krama beretika dalam dunia digital atau internet.

Ada empat prinsip dalam beretika digital yang wajib diketahui. Pertama, kesadaran akan memiliki tujuan dalam mencari berita atau informasi. Kedua, integritas. Prinsip ini berkaitan dengan kejujuran, menyebarkan informasi yang sesuai fakta, waspada, dan sikap enggan memanipulasi data.

Ketiga, kebajikan terkait penggunaan untuk tujuan kebermanfaatan dan kebaikan. Keempat, sikap tanggung jawab terhadap dampak dan akibat dari konten yang dibuat atau dibagikan.

Bila diterapkan dengan baik dan benar, keempat prinsip itu dapat mencegah penyebaran hoaks dan mengurangi konten negatif di internet.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai lembaga yang berurusan langsung dengan kebijakan penggunaan internet di Indonesia pun tak tinggal diam untuk membasmi berita hoaks di dunia maya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemenkominfo menggandeng Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital untuk menggelar webinar dengan tajuk “Cari Tahu Dulu Jangan Asal Komentar”, Jumat (2/7/2021).

Acara yang diikuti oleh ratusan peserta secara daring tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, mulai dari pegiat seni Zahid Asmara, perwakilan Kaizen Room Btari Kinayungan, Kurator Naskah Ceritasantri.id Athif Thitah Amithuhu, Peneliti Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanik Lestari, hingga influencer Shafinaz Nachiar.

Salah satu narasumber, Btari mengatakan, kreator konten di dunia maya memiliki kewajiban untuk melawan dan mencegah penyebaran misinformasi atau informasi yang tidak benar, disinformasi atau ketika seseorang menyebarkan informasi padahal orang tersebut mengetahui bahwa berita tersebut tidak benar, dan malainformasi yang berarti informasi dengan tujuan menjatuhkan pihak-pihak lain.

“Dalam berkomunikasi di ranah digital, kita harus memiliki berbagai macam kecakapan. Bukan hanya dalam menggunakan perangkat digital atau aplikasi saja, melainkan cakap memahami konten yang dibuat dan cakap memproduksi konten yang bermanfaat,” kata Btari dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (6/7/2021).

Selain itu, lanjutnya, kreator konten juga wajib memiliki kecakapan dalam mendistribusikan konten dan berpartisipasi untuk membuat ruang digital aman serta nyaman bagi semua pengguna.

“Marilah kita menjadi warga negara digital yang Pancasilais dengan berpikir kritis dan bergotong royong memajukan kolaborasi untuk kampanye literasi digital,” ajak Btari.

Antusiasme peserta

Acara diskusi secara virtual tersebut mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Salah satu partisipan yang hadir, Hendrawan, menyampaikan pertanyaan tentang cara merespons pemberitaan di media digital yang menggunakan judul clickbait.

“Banyak konten yang judulnya bersifat clickbait, tetapi isi kontennya hampir melenceng dari judul tersebut. Tidak jarang juga netizen malas untuk membaca isi berita dan hanya membaca judulnya saja. Lalu, siapa yang harus diberikan edukasi lebih lanjut?” tanya Hendrawan.

Pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas oleh Zahid Asmara. Ia mengatakan, kreator konten harus berkolaborasi dengan pembaca berita agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berita yang disebarkan.

“Baik kreator konten maupun pembaca harus saling menjaga, mengerti, dan menginterupsi bila salah satu dari keduanya melakukan kesalahan,” kata Zahid.

Sebagai informasi, webinar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Jakarta Utara. Kegiatan ini terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital.

Penyelenggara pun membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar selanjutnya. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kunjungi akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.