Advertorial

Dukung Program Pemerintah, Itenas Bandung Selenggarakan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal

Kompas.com - 06/07/2021, 23:08 WIB

KOMPAS.com – Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung kembali menyelenggarakan vaksinasi massal bagi 5.000 warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bandung.

Vaksinasi bertajuk “Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal” tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai Selasa (6/7/2021) sampai Kamis (8/7/2021) di Bale Dayang Sumbi Gedung Serbaguna Itenas, Jl PHH Mustofa Nomor 23, Kota Bandung.

Kegiatan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal merupakan bentuk kontribusi Itenas dalam mendukung program pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Bandung. Melalui percepatan vaksinasi, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat segera terwujud.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari turut meninjau pelaksanaan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal pada Selasa. Ia mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi massal tersebut.

“Kami melihat dan mengapresiasi kampus-kampus yang bekerja sama dengan puskesmas dan kecamatan setempat untuk bersama-sama mengadakan vaksinasi massal. Contohnya, seperti yang dilakukan Itenas Bandung pada hari ini,” ujar Ineu dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Ineu menambahkan, pelaksanaan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal bermanfaat bagi civitas academica Itenas Bandung maupun masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar universitas.

“Vaksinasi tersebut menjadi bukti bahwa Itenas Bandung bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah guna menyukseskan pelaksanaan vaksinasi secara nasional,” ujar Ineu.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari (kanan) bersama Rektor Itenas Bandung Meilinda Nurbanasari (tengah). DOK. Itenas Bandung Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari (kanan) bersama Rektor Itenas Bandung Meilinda Nurbanasari (tengah).

Ineu berharap, kegiatan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal mampu mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Barat, khususnya di lingkungan universitas.

Sementara itu, Rektor Itenas Bandung Meilinda Nurbanasari mengatakan, Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal sengaja digelar selama tiga hari guna menghindari adanya kerumunan. Panitia membagi peserta ke dalam tujuh sesi tiap hari.

Demi menghindari antrean, panitia menyampaikan informasi dan sesi vaksinasi kepada peserta melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, peserta juga bisa melihat jadwal vaksinasi yang diperoleh melalui sistem informasi vaksinasi Covid-19 yang dibuat Itenas Bandung.

Sistem informasi tersebut bernama SiVaksin dan dapat diakses melalui laman vaksincovid19.itenas.ac.id. Peserta cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada laman SiVaksin untuk melihat status vaksinasi.

“Per hari, terdapat sekitar 1.700 peserta yang divaksin. Melalui sistem SiVaksin, peserta vaksin sudah terbagi sesuai jadwal vaksinasi masing-masing. Jadi, kami tidak menerima pendaftaran di tempat,” tutur Meilinda.

Sebagai informasi, pendaftaran peserta Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal telah dimulai sejak Kamis (24/6/2021) sampai Jumat (30/6/2021) secara daring melalui situs vaksinitenas.itenas.ac.id. Total peserta yang telah mendaftar mencapai 5.200 orang.

Peserta tersebut terdiri atas mahasiswa Itenas, termasuk mahasiswa baru angkatan 2021, serta masyarakat umum yang ber-KTP Kota Bandung dengan prioritas usia pralansia.

Selanjutnya, Itenas Bandung akan melaksanakan vaksinasi dosis kedua yang direncanakan pada 3-5 Agustus 2021.

“Jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi kedua masih sama seperti vaksinasi pertama, yakni vaksin Sinovac,” ujar Meilinda.

Wawancara Rektor Itenas dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat oleh awak media. DOK. Itenas Bandung Wawancara Rektor Itenas dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat oleh awak media.

Untuk diketahui, kegiatan Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal menjadi pelaksanaan vaksinasi massal ketiga yang dilakukan Itenas Bandung. Sebelumnya, Itenas telah menyelenggarakan vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan Itenas dengan peserta sebanyak 500 orang.

Selain itu, Itenas juga telah melaksanakan vaksinasi kepada 1.500 guru dan aparatur sipil negara (ASN) se-Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

“Jangan pernah takut divaksin. Mari kita dukung program pemerintah agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi,” tegas Meilinda.

Adapun Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Neglasari, Klinik Kiara Husada, Puskesmas Cigadung, serta Klinik Mutiara Cikutra.

Selain itu, kegiatan vaksinasi tersebut juga didukung sejumlah mitra Itenas, seperti Le Minerale, Antangin, Mustikaratu, Kopiko, Imugard, PT Jasa Medivest, PT Kalbe Farma, serta Metro TV dan Medcom.id sebagai media partner.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau