Advertorial

Pupuk Indonesia Kirim 96,7 Ton Tabung Oksigen untuk Penanganan Pasien Covid-19

Kompas.com - 07/07/2021, 18:47 WIB
Pupuk Indonesia melalui dua anggota holding-nya, yakni Pusri Palembang dan Petrokimia Gresik, memberikan bantuan oksigen untuk penanganan Covid-19. DOK. Pupuk IndonesiaPupuk Indonesia melalui dua anggota holding-nya, yakni Pusri Palembang dan Petrokimia Gresik, memberikan bantuan oksigen untuk penanganan Covid-19.

KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengirimkan bantuan 96,7 ton tabung oksigen untuk perawatan pasien Covid-19 di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Bantuan tersebut dikirimkan melalui dua anggota holding Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan PT Petrokimia Gresik.

Pusri Palembang mendistribusikan bantuan tabung oksigen ke wilayah Jakarta dan Bandung. Sementara itu, Petrokimia Gresik mendistribusikan bantuan ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tata Kelola Pupuk Indonesia Winardi mengatakan, bantuan tabung oksigen tersebut merupakan bukti dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan pasien Covid-19.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di sejumlah daerah mengalami lonjakan drastis dan banyak pasien membutuhkan alat bantu oksigen. Sayangnya, penanganan pasien kerap terhambat karena terjadi kelangkaan pasokan tabung oksigen di zona merah. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan alat bantu oksigen tersebut.

“Sesuai arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kami siap membantu pemerintah agar rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 tidak terkendala pasokan oksigen,” ujar Winardi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Bantuan oksigen tersebut, lanjut Winardi, dikirim secara bertahap. Tahap pertama, Petrokimia Gresik telah mendistribusikan bantuan sebanyak 50 ton tabung oksigen ke 18 rumah sakit di Jawa Tengah, Senin (28/6/2021). Petrokimia Gresik juga mengirim 25 ton tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahap kedua, Pusri Palembang telah mengirimkan bantuan tabung oksigen sebanyak 11,18 ton untuk Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, Rabu (30/6/2021). Selanjutnya, Pusri Palembang mengirimkan 10,55 ton tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit di Bandung, Senin (5/7/2021).

“Total, Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan bantuan tabung oksigen sebanyak 96,7 ton,” tutur Winardi.

Winardi menambahkan, alat bantu pernapasan dan tabung oksigen sangat penting untuk penanganan pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Pasalnya, pasien dengan tingkat gejala tersebut merasakan sesak napas karena memiliki kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen) kurang dari 95 persen.

Untuk diketahui, saturasi oksigen normal berkisar 95-98 persen. Dengan demikian, pasien yang memiliki saturasi oksigen di bawah normal membutuhkan terapi oksigen dengan arus sedang sampai tinggi.

“Ke depan, kami bersama anak usaha akan terus berusaha menyalurkan bantuan oksigen apabila masih diperlukan. Semoga bantuan ini dapat menjamin pasokan atau stok oksigen di wilayah-wilayah kritis sehingga akan bermanfaat bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Winardi.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan tabung oksigen melalui PT Samator Gas Industri. Dwi berharap, bantuan ini dapat mendukung ketersediaan pasokan oksigen dalam penanganan pasien Covid-19 di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Tengah,” ujar Dwi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengatakan, bantuan oksigen merupakan salah satu program yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang membutuhkan.

“Dengan usaha dan harapan yang dilakukan saat ini, semoga pandemi dapat segera berakhir dan kita semua dapat beraktivitas seperti sedia kala,” tutur Tri.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.