Advertorial

Bantu Masyarakat pada Masa PPKM Darurat, Bulog Siap Salurkan 200.000 Ton Beras Bansos

Kompas.com - 08/07/2021, 15:51 WIB
Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog siap melaksanakan penugasan penyaluran tambahan beras untuk bansos. DOK. PERUM BULOGDirektur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog siap melaksanakan penugasan penyaluran tambahan beras untuk bansos.

KOMPAS.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) segera menyiapkan beras sebanyak 200.000 ton untuk tambahan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Bantuan tersebut diberikan kepada penerima bantuan sosial tunai (BST) dan program keluarga harapan (PKH) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya siap melaksanakan penugasan penyaluran tambahan beras untuk bansos kepada 10 juta penerima BST dan 10 juta penerima PKH.

“Masing-masing nanti akan mendapat tambahan bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg),” kata Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (8/7/2021).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar rapat internal yang membahas mekanisme pengaturan cadangan beras pemerintah, Rabu (7/7/2021).

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Perdagangan (Mendag) Moh Lutfi, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Budi menyampaikan bahwa bansos dicairkan seiring diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Kabareskrim) itu menegaskan, jajaran Bulog berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras terbaik.

Bulog, lanjut Budi, memiliki stok beras dalam kondisi bagus sebesar 1,4 juta ton. Stok beras ini tersebar di gudang-gudang milik Bulog di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya masyarakat penerima bansos saja yang merasakan manfaat program tersebut, tetapi juga para petani yang juga merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19. Sebab, beras Bulog berasal dari petani yang dibeli saat panen raya sesuai amanah dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015,” kata Budi.

Mensos Tri Rismaharini akan segera mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog.DOK. PERUM BULOG Mensos Tri Rismaharini akan segera mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog.

Untuk mempercepat penyaluran bantuan beras, Mensos Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog.

"Penerima BST dan PKH akan mendapatkan beras sebanyak 10 kg yang disalurkan oleh pihak Bulog,” kata Risma.

Sebagai informasi, peran Bulog sebagai salah satu perusahaan negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 telah teruji.

Hal itu dibuktikan dengan besarnya penyaluran beras dalam program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau dahulu dikenal dengan istilah Operasi Pasar sejak awal pandemi. Program ini dilakukan dalam rangka stabilisasi harga di tingkat konsumen.

Selain itu, Bulog juga sukses melaksanakan program penyaluran Beras Bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.