Advertorial

Antusiasme Tinggi, BJB Sekuritas Beri Tips Aman Berinvestasi di Tengah Pandemi

Kompas.com - 13/07/2021, 13:37 WIB
Bank Jabar dan Banten (BJB) Sekuritas bersama IDX Channel menyelenggarakan bincang-bincang daring bertajuk ?Mengungkap Potensi Investasi di Jawa Barat saat Pandemi?, Senin (12/7/2021). DOK. BJB SekuritasBank Jabar dan Banten (BJB) Sekuritas bersama IDX Channel menyelenggarakan bincang-bincang daring bertajuk ?Mengungkap Potensi Investasi di Jawa Barat saat Pandemi?, Senin (12/7/2021).

KOMPAS.com – Antusiasme masyarakat untuk terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Peningkatan minat investasi semakin terlihat di masa pandemi Covid-19.

Sebagai gambaran, di Jawa Barat. Pada akhir 2018, investor saham di provinsi tersebut berjumlah sekitar 134.000 orang. Setahun kemudian, yakni pada akhir 2019, jumlah investor saham di Jawa Barat tercatat mencapai 177.000 orang atau bertambah sebanyak 43.000 orang.

Pada 2020, muncul 101.000 investor baru di provinsi tersebut. Per akhir Juni 2021, jumlah investor baru bertambah menjadi 151.049 orang. Data tersebut menunjukkan minat investasi, khususnya pada instrumen saham, meningkat signifikan.

Menanggapi antusiasme masyarakat terhadap investasi saham, Bank Jabar dan Banten (BJB) Sekuritas bersama IDX Channel menyelenggarakan bincang-bincang daring bertajuk “Mengungkap Potensi Investasi di Jawa Barat saat Pandemi”, Senin.

Bincang-bincang daring tersebut tak hanya membahas prospek investasi di Jawa Barat, tetapi juga mengungkapkan sejumlah kiat berinvestasi yang aman di masa pandemi.

Direktur Utama BJB Sekuritas Yogi Heditia Permadi mengatakan, minat investasi yang meningkat di kalangan masyarakat juga perlu diimbangi dengan penajaman literasi masyarakat seputar pasar modal.

“Terlebih untuk berinvestasi di masa pandemi, terdapat sejumlah hal yang dinilai penting untuk diperhatikan masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun mengungkapkan tips aman berinvestasi di masa pandemi. Yogi menjelaskan, berinvestasi di masa pandemi, masyarakat harus lebih jeli melihat peluang bisnis yang masih terus bergeliat di tengah kondisi ekonomi secara umum yang mengalami penurunan.

"Saat pandemi ini terdapat sejumlah sektor bisnis yang masih sustain. Seperti bidang farmasi, hal yang berbau digital termasuk digital banking, juga sektor konsumsi dasar dan kebutuhan masyarakat masih bagus untuk dikoleksi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yogi, distribusi barang dan jasa masih cukup bagus dan daya beli masyarakat juga masih cukup baik di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Namun, menurut Yogi, keputusan berinvestasi saham juga perlu mempertimbangkan aspek fundamental perusahaan. Investor harus mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan, bisnis perusahaan, hingga posisi perusahaan yang bersangkutan dalam industri yang dijalani.

“Posisinya ada di mana? Apakah market leader atau bukan? Apakah pasarnya masih berkembang atau sudah decline? Kalau punya waktu yang cukup, annual report perusahaan juga sebaiknya dipelajari,” kata Yogi.

Dengan demikian, dia mengatakan, investor memahami gambaran manajemen perusahaan tempatnya berinvestasi. Investor pun tidak seperti “membeli kucing dalam karung”.

Selain itu, Yogi menyampaikan bahwa kemampuan analisis jangka panjang untuk memutuskan menanam atau menyudahi investasi pada suatu perusahaan juga perlu dikuasai. Memiliki kemampuan tersebut investor dapat terhindar dari hal-hal yang merugikan.

"Banyak juga yang beranggapan bahwa membeli saham initial public offering (IPO) pasti untung. Sebetulnya, yang utama tetap harus diperhatikan (adalah) bisnis, prospek, dan kinerja perusahaan tersebut sebelum IPO,” jelas Yogi.

Direktur Utama BJB Sekuritas Yogi Heditia Permadi dan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini hadir sebagai narasumber. DOK. BJB Sekuritas Direktur Utama BJB Sekuritas Yogi Heditia Permadi dan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini hadir sebagai narasumber.

Ia mengimbau, penting bagi investor untuk mengenal perusahaan tempat berinvestasi, terlepas dari status IPO atau sudah listing.

Berkomitmen terus mengedukasi masyarakat Jawa Barat

Yogi mengatakan, sebagai Perusahaan Efek Daerah (PED) pertama di Indonesia yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BJB Sekuritas memiliki tugas untuk terus mendorong minat investasi.

“Kami lahir sebagai PED dan diamanatkan mendorong investasi di wilayah tempat kami beroperasi, yaitu Jawa Barat. Sesuai ketentuan OJK, kami melayani investasi bagi masyarakat yang memiliki KTP Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, BJB Sekuritas juga berkomitmen senantiasa meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal. Khususnya, masyarakat di Jawa Barat.

Selama ini sejumlah upaya telah dilakukan BJB Sekuritas untuk melakukan edukasi, seperti pendekatan personal kepada nasabah hingga kerjasama dengan sejumlah kampus.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini mengatakan, tingginya minat investasi di Jawa Barat merupakan bukti keberhasilan edukasi mengenai investasi tersebut.

Antusiasme masyarakat untuk mengenal pasar modal sudah semakin tinggi. Ini adalah buah dari berbagai edukasi yang telah diberikan pada masyarakat sejak sekian tahun lalu," katanya.

Untuk mempermudah masyarakat Jawa Barat untuk berinvestasi, BJB Sekuritas saat ini memfasilitasi investasi online. Agar investasi yang dilakukan aman, BJB Sekuritas memberikan update market setiap hari sebagai panduan bagi para investor.

"Untuk buka rekening transaksi cukup dilakukan lewat smartphone atau laptop, tak perlu datang ke kantor. Fee-nya cukup bersaing, dan kami juga senantiasa memberikan insight saham-saham mana yang cukup bagus untuk dikoleksi atau perlu dikurangi di setiap harinya," paparnya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.