Advertorial

Kemajuan Teknologi Dorong Generasi Muda untuk Cakap Literasi Digital

Kompas.com - 13/07/2021, 16:33 WIB
Ilustrasi sekumpulan anak muda yang sedang memainkan media sosial menggunakan smartphone. Dok. iStock/Nattakorn ManeeratIlustrasi sekumpulan anak muda yang sedang memainkan media sosial menggunakan smartphone.

KOMPAS.com – Tidak dapat dimungkiri, kehadiran dan kemajuan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia juga membawa tantangan baru bagi kehidupan masyarakat di era digital.

Sebagai contoh kehadiran media sosial. Selain menjadi sarana hiburan, media sosial juga dijadikan masyarakat untuk memperoleh informasi. Terbukti, masyarakat era digital lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di media sosial dibandingkan media lain.

Oleh karena itu, sebagai salah satu kelompok yang paling berpengaruh di ruang digital, generasi muda didorong untuk selalu menerapkan literasi digital ketika berselancar di internet.

Pemerintah pun melakukan sejumlah upaya untuk menggiatkan literasi digital. Salah satunya melalui webinar bertajuk “Tren Literasi Digital untuk Generasi Muda Indonesia” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia, Jumat (9/7/2021).

Acara yang diikuti oleh ratusan peserta secara daring tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari andal dari berbagai institusi, yakni anggota Kaizen Room Daniel J Mandagie dan Delviero Nigel Matheus.

Kemudian, penggiat media sastra onlineCeritasantri.id Athif Thitah Amithuhu, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) sekaligus anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Bevaola Kusumasari, dan influencer Putri Juniawan.

Pada webinar tersebut, Bevaola Kusumasari mengatakan bahwa secara teoretis, media baru memberikan kesempatan kepada publik untuk berkuasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Berkuasa di sini merupakan kemampuan menghasilkan efek yang diinginkan melalui tangan dan jempol masyarakat yang mengakses internet. Masyarakat memiliki kapasitas untuk menyebarkan informasi, baik positif maupun negatif, dalam skala dan dampak yang lebih besar,” katanya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (12/7/2021).

Selain itu, lanjut Bevaola, literasi digital memiliki dua pandangan. Pandangan pertama disebut sebagai proteksionis.

Pandangan tersebut menyatakan bahwa pendidikan atau literasi media dimaksudkan untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen media digital dari dampak negatif media massa.

“Sementara, pandangan kedua disebut preparasionis. Pandangan ini menyatakan bahwa literasi media merupakan upaya mempersiapkan warga masyarakat untuk hidup di dunia yang sesak media agar mampu menjadi konsumen media yang kritis,” jelas Bevaola.

Literasi digital untuk semua kalangan

Pada kesempatan yang sama, Daniel J Mandagie mengatakan, program webinar berseri yang digagas Kemenkominfo merupakan salah satu cara menggalakkan tren literasi digital bagi semua kalangan.

“Selanjutnya, tinggal bagaimana menyebarkan program ini (agar) dapat memberi pelatihan mengenai kiat-kiat literasi digital. Pun sekali lagi, budayakan membaca dan menggali informasi mengenai literasi digital sehingga kita menjadi terinformasi dan tidak mudah terprovokasi,” papar Daniel.

Untuk diketahui, webinar “Tren Literasi Digital untuk Generasi Muda Indonesia” merupakan bagian dari seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang akan diadakan hingga akhir 2021.

Webinar itu terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital. Peserta yang mengikutinya juga akan mendapatkan e-certificate.

Seri Modul Literasi Digital memiliki empat tema besar, yakni Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Melalui program tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Program literasi digital juga mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak yang terlibat sehingga dapat mencapai target 12,5 juta partisipan.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengikuti akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.