Advertorial

Peran Akademisi dalam Memperkuat Literasi Digital di Indonesia

Kompas.com - 15/07/2021, 17:24 WIB

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi digital yang kian masif mampu memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Contohnya, dalam hal pembelajaran jarak jauh dan membantu pemasaran produk usaha.

Agar bisa memberikan manfaat lebih luas, kecakapan bermedia digital pun perlu ditingkatkan. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar web seminar (webinar) bertajuk “Peran Dunia Akademik dalam Proses Transformasi Digital”, Kamis (8/7/2021).

Melalui acara itu, Kemenkominfo berupaya memperkuat kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi dan media digital secara komprehensif. Caranya, melalui pendekatan akademisi.

Peneliti dan pengasuh trabiyahislamiyah.id Ridwan Muzir mengatakan, keikutsertaan akademisi dalam transformasi digital adalah untuk menciptakan cara baru yang bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan, mulai dari budaya, politik, hingga ekonomi.

“Teknologi informasi dan komunikasi semakin mendekatkan akademisi dengan masyarakat awam. Para akademisi dapat berbagi wawasan terkait literasi informasi, digital, budaya, pemberdayaan informasi, serta kemandirian informasi yang dapat diterapkan dalam keseharian pengguna media digital,” terang Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/7/2021).

Di sisi lain, Direktur Pusat Studi Kebijakan dan Manajemen Publik Universitas Katolik Parahyangan Tutik Rachmawati, PhD yang turut menjadi narasumber acara memberikan kiat meningkatkan pemahaman media digital bagi akademisi.

“Saat ini, banyak lembaga atau layanan yang memudahkan setiap orang untuk belajar memahami dunia digital. Para pengajar juga bisa mengikuti webinar pengetahuan untuk lebih mengenal dunia digital. Opsi lain, akademisi dapat meminta tolong kepada orang terdekat untuk mengajarinya agar lebih tahu,” terangnya.

Selain kedua nama itu, webinar tersebut juga dihadiri sejumlah narasumber ahli dari berbagai kalangan, seperti dosen Universitas Ahmad Dahlan sekaligus anggota Japelidi Indah Wenerda, SSn, MA, tutor Kaizen Room Daniel J Mandagie, dan influencer Safinaz Nachair.

Untuk diketahui, webinar bertajuk “Peran Dunia Akademik dalam Proses Transformasi Digital” merupakan salah satu rangkaian webinar Indonesia #MakinCakapDigital yang digelar Kemenkominfo di DKI Jakarta dan Banten sebagai upaya menyosialisasikan Seri Modul Literasi Digital.

Seri Modul Literasi Digital sendiri menjadi bagian dari program Literasi Digital Nasional yang diinisiasi pemerintah untuk memperkuat kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi dan media digital secara komprehensif.

Ada empat tema besar yang dibahas dalam Seri Modul Literasi Digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital.

Acara tersebut memiliki target 12,5 juta partisipan. Karena itu, Kemenkominfo mengharapkan keikutsertaan seluruh elemen masyarakat agar literasi digital dapat terwujud di Indonesia. 

Webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka untuk umum. Jadi, bagi siapa saja yang ingin memahami literasi digital dapat mengikuti acara tersebut melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau