Advertorial

Luncurkan Humanity Food Bus, ACT Siap Sajikan Makanan hingga 5.000 Porsi Setiap Hari

Kompas.com - 18/07/2021, 19:30 WIB

KOMPAS.com— Masyarakat di Jawa dan Bali kini tengah menaati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhitung 3-20 Juli 2021 untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Bersamaan dengan hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan armada pangan terbaru yakni Humanity Food Bus 1.0.

Presiden ACT Ibnu Khajar dalam sambutannya mengatakan, armada pangan tersebut disiapkan khusus untuk membantu masyarakat yang kesulitan menyediakan pangan akibat pandemi.

“Biasanya kami hadirkan food truck yang bisa melayani 2.000-3.000 paket makanan. Dengan armada bus yang besar ini, kami bisa melayani 5.000 paket makanan,” kata Ibnu Khajar dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/7/2021).

Kepala Koki Humanity Food Bus Chef Joni menambahkan, selain mampu menyediakan hingga 5.000 porsi makanan siap santap, food bus juga memiliki kelebihan lain.

Humanity Food Bus punya panjang 12 meter. Ini memudahkan para koki untuk bergerak. Selain itu, peralatan masak yang dihadirkan juga lebih baru dan variatif.

"Kami hadirkan alat-alat ini supaya makanan yang dihasilkan lebih bervariasi. Dengan grill, misalnya, kami bisa hadirkan steak, ayam bakar, bahkan bisa buat kambing guling,” tambahnya.

MUI dan AMS Dukung program ACT

Menanggapi program kolaborasi bersama ACT, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Dr Sodikun mengapresiasi gerakan tersebut.

 “Atas gerakan jihad, ini sangat luar biasa. Saat saudara-saudara kita tengah diterpa oleh badai Covid-19, saudara kita dari ACT dengan penuh keikhlasan hadir di tengah-tengah duka mereka. Insya Allah semangat jihad ini akan memberikan semangat juga bagi kita semua,” katanya.

Seperti diketahui, ACT bersama dengan MUI dan sejumlah organisasi masyarakat meluncurkan beberapa program. Antara lain Distribusi 1.000 Sapi Qurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, 50 Truk untuk Program Pangan Gratis dan Humanity Food Bus.

Selain dukungan dari MUI, Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat Drs Noery Ispandji Firman menyatakan dukungannya terhadap program ACT yang hadir di tengah kondisi kedaruratan masyarakat.

"Program ACT sangat tepat karena memang kondisi masyarakat di Jawa dan Bali semakin darurat. Kehadiran ACT di sini sangat bermanfaat dan tepat sasaran, tepat waktu, sehingga alhamdulillah mudah-mudahan bisa menahan gejolak bangsa yang saat ini dalam tekanan yang luar biasa,"

Sebagai informasi, ACT bersama MUI menyelenggarakan peluncuran program Distribusi 1.000 Sapi Kurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi di Jawa-Bali di Wakaf Distribution Center (WDC) Global Wakaf-ACT, Gunung Putri, Bogor, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh dari MUI, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nhdlatul Ulama (PBNU), serta AMS.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau