Advertorial

Angka Pengangguran Makin Tinggi, Pemerintah Alokasikan Dana Rp 10 Triliun pada Program Kartu Prakerja

Kompas.com - 22/07/2021, 15:22 WIB
Ilustrasi melakukan pendaftaran secara online Dok. Shutterstock/Rawpixel.comIlustrasi melakukan pendaftaran secara online

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.

Berdasar data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per Maret 2021, sekitar 29 juta orang terdampak pandemi Covid-19.

Jumlah itu termasuk karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, serta pengurangan jam kerja dan upah.

Dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), data Bank Indonesia (BI) Maret 2021 menyebutkan, sebanyak 87,5 persen pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sekitar 93,2 persen di antaranya mengalami penurunan penjualan. Akibatnya, pendapatan, laba, dan arus kas pelaku UMKM ikut mengalami penurunan.

Sementara, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai angka 8,75 juta orang pada Februari 2021.

Angka tersebut tumbuh 1,82 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yakni 6,93 juta orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalah-masalah tersebut menyebabkan penurunan daya beli dan konsumsi di masyarakat. Seperti diketahui, daya beli masyarakat merupakan kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara keseluruhan.

Demi mengatasi dampak pandemi terhadap perekonomian, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah menggalakkan program Kartu Prakerja.

Program Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, dan pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku UMKM.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meski awalnya bukan ditujukan untuk masa pandemi, pada akhirnya program Kartu Prakerja menjadi penting di era pandemi karena mendorong perluasan literasi digital masyarakat. 

Program Kartu Prakerja, kata dia, mampu mendorong akselerasi inklusi keuangan melalui platform mitra pembayaran. Peserta Kartu Prakerja yang sebelumnya tidak memiliki layanan keuangan perbankan dapat memiliki rekening bank atau dompet digital.

"Program Kartu Prakerja sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan yang sangat dibutuhkan pada era 4.0 saat ini," ujar Airlangga seperti dikutip dari kontan.co.id, Jumat (18/6/2021).

Sebagai informasi, setiap peserta program Kartu Prakerja akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3.550.000. Jumlah tersebut terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei kebekerjaan dengan total Rp 150.000.

Dana tersebut akan ditransfer ke rekening masing-masing peserta program.

Karena manfaat tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk memperpanjang pelaksanaan program Kartu Prakerja, sebagaimana diwartakan Kompas.com, Sabtu (17/7/2021).

Perpanjangan program tersebut dilakukan seiring penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Anggaran tersebut akan disalurkan kepada 2,8 juta peserta baru pada periode Juli-Agustus 2021.

Adapun untuk bisa menjadi peserta Kartu Prakerja, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan pendaftaran.

Persyaratan tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. 

Kemudian, calon peserta merupakan pencari kerja, korban PHK, atau seorang wirausaha yang bukan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), aparatur sipil negara (ASN), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta pegawai atau pejabat di Badan Usaha Milik Negara atau Daerah (BUMN/BUMD).

Selain itu, calon peserta juga tidak sedang menerima bantuan pemerintah, baik berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), maupun bantuan pemerintah lain.

Selanjutnya, dalam satu Kartu Keluarga (KK), hanya dua anggota keluarga dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang boleh menjadi peserta Kartu Prakerja.

Sementara, cara mendaftar Kartu Prakerja, yakni calon peserta dapat mengunjungi situs web www.prakerja.go.id. Kemudian, Anda akan diminta untuk memasukkan data diri dan nomor KK.

Setelah itu, Anda akan diminta untuk mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar secara online. Setelah berhasil menyelesaikan tes tersebut, klik “Gabung” pada gelombang yang sedang dibuka.

Selanjutnya, Anda tinggal menunggu pengumuman hasil kelulusan melalui SMS dari pihak penyelenggara.

Sebagai informasi, Kartu Pekerja yang akan didapatkan oleh peserta bukanlah kartu fisik, melainkan sebuah kode 16 digit yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.

Jika berhasil lolos, kode tersebut dapat digunakan untuk mengakses kelas pelatihan secara online melalui mitra platform digital resmi Kartu Prakerja, seperti Tokopedia .

Melalui platform e-commerce tersebut, Anda dapat memilih kelas dari berbagai lembaga pelatihan dan memilihnya sesuai dengan kebutuhan serta kompetensi Anda.

Jadi tunggu apalagi? Segera daftar Prakerja agar skill dan kompetensi yang Anda miliki dapat meningkat.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.