Advertorial

Ayo, Lawan Virus Corona dengan Virus Kebaikan

Kompas.com - 22/07/2021, 17:17 WIB
Dialog Produktif yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (21/7/2021). DOK. KPC PENDialog Produktif yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (21/7/2021).

KOMPAS.com – Kehadiran pandemi Covid-19 menyebabkan kerugian dari sisi kesehatan dan sosial ekonomi. Untuk mengatasinya, perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna menciptakan semangat gotong royong yang positif dalam mencari solusi di masa sulit.

Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden Dr Panutan S Sulendrakusuma mengatakan, salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Dialog Produktif yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Rabu (21/7/2021)

Dr Panutan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaminan untuk segera mengeluarkan bantuan sosial yang memenuhi prinsip akuntabilitas.

“Presiden Jokowi juga melakukan rapat terbatas bersama kepala daerah untuk mendorong penyerapan anggaran segera dilakukan, khususnya anggaran perlindungan sosial,” ujar Dr Panutan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (22/7/2021).

Tidak hanya pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam kesempatan Idul Adha 2021 juga menggelar kurban online untuk membantu fakir miskin yang terimpit kesulitan selama pandemi.

“Angka peminat kurban online tahun ini mencapai 70 persen. Lebih tinggi dari tahun lalu. Bahkan, dari target kami sebanyak 4.000 ekor kambing sudah mencapai 120 persen atau lebih 20 persen dari target,” kata Ketua Baznas KH Noor Achmad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di kesempatan yang sama, selebritas sekaligus penyintas Covid-19, Imam Darto, berkisah tentang aktivitas yang dilakukan di masa pandemi untuk menularkan virus kebaikan untuk sesama.

“Banyak yang mengirimkan pesan ke saya minta tolong karena kesulitan mencari rumah sakit, ruang intensive care unit (ICU), tabung oksigen, dan yang paling banyak mencari donor plasma darah,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Imam Darto, dirinya bekerja sama dengan salah satu restoran untuk membuat gerakan memberi makan siang dan malam kepada sepuluh pasien isolasi mandiri selama sepuluh hari.

“Nanti, ketika pasien isolasi mandiri tersebut sudah sembuh, (harapannya mereka) bisa mendonorkan plasma darah kepada orang yang membutuhkan,” jelas Imam Darto.

Imam Darto berprinsip bahwa virus corona harus dilawan dengan virus kebaikan.

“Satu virus (Covid-19) menulari yang lain, banyak yang terkapar sakit. Kita juga harus menularkan virus kebaikan agar banyak yang sembuh dan kekebalan tubuhnya naik. Minimal, kalau tidak bisa berbuat sesuatu yang sifatnya materi, bisa sedekah senyum, karena tangan di atas itu lebih baik,” kata Imam Darto.

Dr Panutan mengapresiasi niat baik Imam Darto tersebut. Menurutnya, aktivitas yang dilakukan Imam Darto mencerminkan jati diri masyarakat Indonesia.

“Dari dulu, masyarakat Indonesia memiliki prinsip gotong royong. Untuk menangani pandemi ini memang harus total. Sebagai satu bangsa, kita harus menggunakan seluruh kekuatan yang ada untuk menangani pandemi,” ujar Dr Panutan.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.