Advertorial

Gelar Webinar, Kemenkominfo Berikan Tips Investasi secara Digital

Kompas.com - 26/07/2021, 23:42 WIB
Ilustrasi Investasi Online. Shutterstock/TreechaIlustrasi Investasi Online.

KOMPAS.com – Era digital memberikan kemudahan dalam berinvestasi. Perkembangan teknologi digital membuat investasi dapat dilakukan melalui aplikasi financial technology (fintech). Biaya yang disyaratkan sebagai modal awal investasi pun menjadi lebih terjangkau.

Kondisi ini, di satu sisi, berdampak positif. Minat terhadap investasi menjadi tinggi. Banyak orang memutuskan untuk mulai investasi karena kemudahan dan terjangkaunya dana yang diperlukan.

Namun, di sisi lain, investasi secara digital pun perlu disertai dengan pengetahuan tentang konsep keuangan. Selain itu, kecermatan memilih jenis dan platform investasi juga dibutuhkan.

Dengan demikian, investor dapat berinvestasi lebih aman sesuai profil risiko, memperoleh imbal hasil yang diinginkan, dan tidak terjerat investasi bodong. 

Memahami semakin maraknya investasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar webinar bertajuk “Tips Investasi di Dunia Digital”.

Webinar yang diselenggarakan Kamis (22/7/2021) tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital. Webinar dihadiri oleh puluhan peserta.

Rhesa Radyan Pranastiko dan Daniel J Mandagie dari Kaizen Room, creative entreperneur Ibnu Novel Hafidz, dosen Universitas Sebelas Maret Reza Sukma Nugraha, dan Miss Tourism International 2019 Astari Vernideani dihadirkan sebagai narasumber.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada sesi pertama, Ibnu Novel Hafidz memaparkan bahwa setiap orang memiliki tujuan masing-masing saat berinvestasi. Ada yang ingin belajar mendisiplinkan diri dalam hal keuangan, memperoleh keuntungan berlipat, menjadikannya passive income, hingga meraih kebebasan finansial.

Setiap orang juga memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Adapun profil risiko yang dimaksud Ibnu adalah konservatif, moderat, dan agresif.

Menyesuaikan dengan tujuan tersebut, kata Ibnu, ada beragam instrumen yang dapat dipilih, seperti tabungan, deposito, trading, dan saham.

“Sebelum memulai investasi kita juga harus terlebih dahulu menentukan investasi dengan berdasar pada tujuan keuangan kita, sumber daya kita, dan inflasi,” kata Ibnu menurut keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Ia menyarankan, investor pemula untuk melakukan investasi secara bertahap dan berkala, mulai dari yang murah. Setelah dapat melakukan investasi tersebut secara rutin, evaluasi dan realokasi dapat dilakukan.

Namun, imbau Ibnu, investor juga harus senantiasa berhati-hati terhadap investasi bodong.

Sementara itu, Astari Venideani menceritakan pengalamannya berinvestasi online. Ia mengatakan, meski saat itu ia tidak menginvestasikan banyak uang, kehati-hatian tetap menjadi prinsipnya.

Ia mengajak peserta yang baru akan mulai berinvestasi untuk terus mempelajari dan membangun pemahaman tentang investasi online.

“Tergiur dengan investasi akan memungkinkan seseorang terjerat investasi palsu atau bodong. Edukasi harus menjadi hal yang utama,” ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, Anne, salah seorang peserta webinar tersebut menyampaikan pertanyaan mengenai cara menghindari perasaan fear of missing out (FOMO) yang seringkali membuat calon investor gegabah. Utamanya, dalam investasi saham.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Reza Sukma Nugraha. Menurutnya, memulai sesuatu, termasuk investasi, harus dilakukan secara perlahan.

“Pahami baik-baik dan selalu buka wawasan. Misalnya, melihat review dari orang-orang terdekat yang sudah memulai investasi. Jangan terburu-buru hanya karena melihat saham sedang naik atau sedang digandrungi. Harus tetap hati-hati, selalu belajar, jangan terbawa tren, dan tergiur return-nya,” kata Reza.

Sebagai informasi, webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gerakan Literasi Nasional di Jakarta. Pada pelaksanaan kali ini, webinar menyasar masyarakat di Jakarta Utara.

Rangkaian webinar Gerakan Literasi Nasional akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021. Setiap webinar terbuka untuk umum dan menyasar 12,5 juta partisipan di akhir pelaksanaan.

Anda juga berpeluang untuk berpartisipasi dalam webinar. Kunjungi akun Instagram @siberkreasi atau @siberkreasi.dkibanten untuk informasi mengenai agenda rangkaian webinar dan link pendaftaran.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.