Advertorial

Jelang Alih Kelola, SKK Migas, Pertamina, dan Chevron Sambangi Kepala Daerah WK Rokan

Kompas.com - 27/07/2021, 20:25 WIB

KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyambangi kepala daerah di wilayah kerja (WK) Blok Rokan.

Kedatangan tim minyak dan gas (migas) itu bertujuan untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana seremoni transisi Blok Rokan. Untuk diketahui, alih kelola Blok Rokan akan dilakukan pada 9 Agustus 2021.

Terdapat tujuh WK Blok Rokan yang akan disambangi oleh SKK Migas, Pertamina, dan Chevron. Wilayah ini di antaranya adalah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.

Adapun pada agenda pertama, tim migas menyambangi Bupati Kabupaten Siak Alfedri di Kantor Bupati Siak, Senin (26/7/2021). Pada agenda tersebut, Alfedri didampingi Sekretaris Kabupaten Siak Hendrisan.

Spesialis Pratama Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sumatera bagian Utara (Sumbagut) Yanin Kholison mewakili Kepala SKK Migas Sumbagut mengatakan, kehadiran SKK Migas, PHR, dan CPI bertujuan untuk memastikan kelancaran transisi Blok Rokan.

“Kami melaporkan kegiatan yang sudah kami lakukan sekaligus menyampaikan rencana seremoni transisi (Blok) Rokan yang akan dilakukan pada 8-9 Agustus 2021," kata Yanin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/7/2021).

Yanin menjelaskan, seremoni transisi Rokan tersebut akan digelar secara daring pada tanggal 8 Agustus 2021. Kemudian, acara puncak akan digelar pada 9 Agustus 2021 pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Sejauh ini, lanjut Yanin, persiapan alih kelola sudah dilakukan oleh Tim Transisi Rokan dengan perhatian langsung dari SKK Migas, PHR dan CPI.

Adapun proses persiapan tersebut mengutamakan sembilan bidang prioritas yang meliputi Drilling Work Over, Pasokan Listrik dan Uap, Kontrak dan Show Cause Meeting (SCM), Information and Technology (IT) dan Petrotechnical, Data Transfer, Human Capital, Standard Operating Procedure (SOP) dan Perizinan, Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Lingkungan dan Abandonment and Site Restoration (ASR).

"Sesuai komitmen, ada sembilan prioritas dalam transisi alih kelola Blok Rokan dan sudah dijalankan," kata Yanin.

Bupati Siak H Alfedri mengapresiasi kehadiran tim SKK Migas, PHR, dan CPI. Ia pun menegaskan dukungannya kepada PHR dalam mengelola blok minyak yang ada di Bumi Lancang Kuning tersebut.

"Harapannya, PHR bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang lebih baik untuk masyarakat Riau. Apalagi, kami saat ini diikutsertakan lewat Participating Interest (PI) yang bisa memberikan manfaat dan menambah pendapatan asli daerah (PAD) untuk kesejahteraan dan pembangunan daerah. Kami mendukung alih kelola ini," katanya.

Sementara itu, Manager Legal and Relation PHR Yuliani mengatakan, kehadiran PHR ke pemerintah daerah (pemda) di WK Rokan bertujuan untuk mengenalkan diri kepada kepala daerah sebagai operator Blok Rokan.

Tak hanya itu, lanjut Yuliani, PHR juga menegaskan komitmen dalam pengelolaan Blok Rokan ke depan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemda di WK Rokan terhadap PHR yang akan masuk sebagai operator Blok Rokan,” imbuhnya.

Yuliani melanjutkan, pihaknya siap mengelola Blok Rokan dan bekerja sama dengan pemda setempat untuk menghasilkan produksi yang terbaik. Dengan begitu, kehadiran PHR akan berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Selain menemui Bupati Siak, tim SKK Migas, Pertamina, dan Chevron juga akan menemui kepala daerah lain di WK Rokan, yakni Bupati Kampar, Bupati Rohul, Bupati Rohil, Bupati Bengkalis, Wali Kota Pekanbaru, dan Wali Kota Dumai.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau