Advertorial

Mendagri Tito: Pemerintah Jadi Motor Penyemangat Masyarakat Saat Pandemi

Kompas.com - 30/07/2021, 18:28 WIB
Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021). Dok. Puspen KemendagriMendagri Muhammad Tito Karnavian dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021).

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang telah menjadi krisis panjang dapat menimbulkan kebosanan pada masyarakat.

Karenanya, Tito sebagai bagian dari pejabat pemerintah, ingin berkontribusi menjadi motor penyemangat masyarakat.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021), ia menyemangati bupati beserta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), termasuk Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Komandan Distrik Militer (Dandim), serta Kejaksaan Negeri Brebes agar menjaga kekompakan dan tidak terlarut dalam kejenuhan.

“Pandemi Covid-19 telah menjadi krisis yang panjang selama 1,5 tahun. Kapolres, Pak Dandim, dan Ibu Kejari merupakan orang-orang yang paham (mengenai kondisi di) lapangan,” kata Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (30/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyampaikan terima kasih atas paparan dari Bupati Brebes Idza Priyanti, terutama terkait realisasi pencairan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang hampir 100 persen pada Juni 2021.

“Atas nama pemerintah pusat dan tenaga kesehatan, saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras Ibu Bupati. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Ibu Bupati,” kataTito.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Mendagri juga mengapresiasi besaran alokasi dana bantuan sosial (bansos) yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bagi warga terdampak pandemi di wilayah ini.

“Alokasi dana bansos (di Kabupaten Brebes) cukup besar, yakni lebih dari Rp 600.000. (Angka) ini merupakan akumulasi dari bansos pusat dan daerah,” jelas Tito.

Tito mengatakan, warga yang sangat membutuhkan bantuan, tetapi belum terdaftar sebagai penerima manfaat bansos pemerintah pusat bisa memperoleh bansos daerah.

Lebih lanjut, dia menegaskan, kepala daerah dan Forkompimda dapat turun langsung dalam penyaluran bansos.

“Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, turun langsung dalam menangani krisis Covid-19,” imbuh Tito.

Selain bansos dari pemerintah, Tito mengatakan, pemerintah daerah (pemda) dapat memfasilitasi coorporate social responssibily (CSR) dari perusahaan-perusahaan.

Pemda bisa pula menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Kemudian, pemda juga dapat menggalang semangat gotong royong dari masyarakat yang mampu untuk membantu warga tak mampu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.