Advertorial

Sepanjang Semester I 2021, BSI Catatkan Kenaikan Laba Bersih 34,29% dan User Mobile Banking Tembus 2,5 Juta

Kompas.com - 31/07/2021, 16:38 WIB
Dari kiri atas ke kanan bawah Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo, Direktur Information Technology BSI Achmad Syafii, Corporate Secretary and Communication BSI Rosalina Dewi, serta Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam paparan kinerja BSI semester 1 2021, Jumat (30/7). Dok Bank Syariah IndonesiaDari kiri atas ke kanan bawah Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo, Direktur Information Technology BSI Achmad Syafii, Corporate Secretary and Communication BSI Rosalina Dewi, serta Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam paparan kinerja BSI semester 1 2021, Jumat (30/7).

KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun atau naik 34,29 persen secara year on year (yoy).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, perolehan laba bersih BSI pada semester I tahun 2020 mencapai Rp1,1 triliun. Adapun peningkatan laba BSI pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas. Dengan demikian, pengeluaran bank dapat ditekan.

Hal tersebut juga turut mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil BSI yang tumbuh sekitar 12,71 persen secara yoy.

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan me-managecoverage ratio. Hal ini dilakukan dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” kata Hery dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/7/2021).

Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, lanjut Hery, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya return on equity (ROE) dari 11,69 persen per Juni 2020, menjadi 13,84 persen per Juni 2021.

Ia melanjutkan bahwa untuk menjaga pertumbuhan ke depan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital. Pasalnya, volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021.

“Nilai transaksi kanal digital BSI menembus Rp 95,13 triliun hingga Juni 2021. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 persen secara yoy,” ujar Hery.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun total volume transaksi di BSI Mobile sepanjang Januari-Juni 2021 mencapai Rp 41,99 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 109,82 persen secara yoy. Pertumbuhan tersebut didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna.

Sementara dari sisi bisnis, bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 161,5 triliun pada semester I 2021. Jumlah ini naik sekitar 11,73 persen dari periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 144,5 triliun.

Porsi terbesar pembiayaan disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp 75 triliun atau setara 46,5 persen dari total pembiayaan.

Selanjutnya, ada segmen korporasi sebesar Rp 36,7 triliun atau sekitar 22,8 persen, segmen usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 36,8 triliun setara 22,9 persen, dan segmen komersial Rp 10 triliun atau sekitar 6,2 persen.

“Pada paruh pertama 2021, BSI tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan yang positif. Hal ini dibuktikan dengan tren penurunan non performing financing (NPF) gross dari 3,23 persen pada semester I 2020 menjadi 3,11 persen pada enam bulan pertama 2021,” kata Hery

Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, lanjut Hery, BSI juga mencadangkan cash coverage sebesar 144,07 persen sampai semester I 2021.

Sementara, dari sisi liabilitas, penghimpunan DPK BSI sampai semester I 2021 mencapai Rp 216,36 triliun. Jumlah ini naik 16,03 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 dengan angka Rp 186,49 triliun.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan sebesar 54,81 persen dari total DPK. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester I 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun 2021.

“Dengan kinerja tersebut, BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp 247,3 triliun hingga Juni 2021. Torehan itu naik sekitar 15,16 persen secara yoy. Pada periode yang sama tahun lalu, total aset BSI mencapai Rp 214,7 triliun,” kata Hery.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.